Bestprofit | Perak Pecah Rekor, Apa Penyebabnya?
Bestprofit (22/12) – Harga perak melonjak ke level rekor baru seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun depan. Optimisme tersebut, dikombinasikan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global, mendorong minat investor terhadap aset safe haven seperti perak dan emas. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, logam mulia kembali menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset.
Pada perdagangan terbaru, perak naik sekitar 0,5% dan mencapai USD 67,4954 per ons, mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, emas juga mengalami kenaikan tipis, memperkuat tren positif yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Bestprofit | Pasokan Ketat, Harga Silver Naik
Ekspektasi The Fed Jadi Pendorong Utama
Salah satu faktor paling dominan yang mendorong reli harga perak dan emas adalah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve. Pasar kini semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat tersebut akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada tahun mendatang, bahkan dengan proyeksi dua kali pemangkasan pada 2026.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya memberikan dukungan kuat bagi logam mulia. Pasalnya, emas dan perak tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga turun, biaya peluang untuk memegang logam mulia menjadi lebih rendah, sehingga daya tariknya meningkat di mata investor.
Kunjungi juga : bestprofit futures
Perak Unggul dengan Kenaikan Lebih Agresif
Dibandingkan emas, pergerakan harga perak terlihat lebih agresif. Selain faktor makro seperti kebijakan moneter, perak juga mendapat dorongan dari kondisi pasar yang lebih spesifik. Kenaikan harga perak kali ini didukung oleh arus masuk spekulatif yang cukup besar serta pasokan yang masih tergolong ketat.
Kondisi pasokan tersebut sebagian merupakan dampak lanjutan dari short squeeze besar-besaran yang terjadi pada bulan Oktober lalu. Saat itu, banyak pelaku pasar yang memegang posisi jual terpaksa menutup posisinya, sehingga mendorong harga perak melonjak tajam. Dampak dari peristiwa tersebut masih terasa hingga sekarang, menjaga harga perak tetap berada di level tinggi.
Aktivitas Perdagangan Perak Meningkat Tajam
Lonjakan harga perak juga diiringi dengan meningkatnya aktivitas perdagangan. Total volume perdagangan berjangka perak di Shanghai dilaporkan melonjak pada awal bulan ini. Angka tersebut bahkan mendekati level yang terlihat saat terjadi “krisis” beberapa bulan sebelumnya, ketika volatilitas pasar meningkat tajam.
Peningkatan volume ini menunjukkan tingginya minat pelaku pasar, baik dari kalangan investor spekulatif maupun pelaku industri yang menggunakan perak sebagai bahan baku. Kombinasi antara permintaan investasi dan kebutuhan industri membuat perak memiliki dinamika yang unik dibandingkan logam mulia lainnya.
Harga Emas Ikut Menguat, Mendekati Rekor
Sementara itu, harga emas spot juga menunjukkan penguatan, meskipun tidak secepat perak. Emas diperdagangkan di sekitar USD 4.345 per ons, hanya sekitar USD 40 di bawah rekor tertingginya. Pada pukul 7:37 pagi waktu Singapura, harga emas spot tercatat naik 0,2% menjadi USD 4.348,12 per ons.
Kenaikan ini menandai penguatan emas selama dua minggu berturut-turut. Tren positif tersebut mencerminkan keyakinan pasar bahwa kondisi makroekonomi global masih akan mendukung harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Peran Geopolitik dalam Menguatkan Safe Haven
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global juga memainkan peran penting dalam memperkuat daya tarik aset safe haven. Dalam beberapa waktu terakhir, situasi politik dan keamanan di berbagai kawasan dunia kembali memanas, menambah ketidakpastian di pasar keuangan.
Amerika Serikat dilaporkan memperketat blokade minyak Venezuela sebagai upaya menekan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Langkah ini berpotensi memicu respons lanjutan dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, yang pada akhirnya berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.
Konflik Rusia–Ukraina Kembali Memanas
Di sisi lain, konflik Rusia dan Ukraina juga menunjukkan perkembangan baru yang signifikan. Ukraina untuk pertama kalinya dilaporkan menyerang kapal tanker minyak yang berasal dari apa yang disebut sebagai “armada bayangan” Rusia di Laut Mediterania. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke jalur perdagangan energi global.
Perkembangan tersebut membuat investor semakin berhati-hati. Dalam situasi seperti ini, emas dan perak kembali menjadi instrumen pelindung nilai yang diandalkan untuk menghadapi risiko geopolitik yang sulit diprediksi.
Logam Mulia Lain Ikut Bergerak
Selain emas dan perak, logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif. Harga platinum tercatat naik setelah sebelumnya melonjak sekitar 2,5% pada perdagangan hari Jumat. Paladium juga mengalami penguatan, meskipun dengan laju yang lebih terbatas dibandingkan platinum dan perak.
Pergerakan serempak di pasar logam mulia ini mencerminkan sentimen yang sama, yaitu meningkatnya minat terhadap aset-aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global.
Pengaruh Pergerakan Dolar AS
Di sisi lain, Indeks Spot Dolar Bloomberg tercatat ditutup naik 0,2% pada sesi sebelumnya. Penguatan dolar AS biasanya menjadi faktor penekan bagi harga logam mulia, karena membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Namun, dalam kondisi saat ini, pengaruh penguatan dolar tampak tertahan oleh kombinasi faktor kuat lainnya, seperti ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meningkatnya risiko geopolitik. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen safe haven memiliki pengaruh yang lebih dominan.
Prospek Pasar Logam Mulia ke Depan
Ke depan, pergerakan harga perak dan emas akan sangat bergantung pada arah kebijakan The Fed serta perkembangan geopolitik global. Jika data ekonomi mendukung pemangkasan suku bunga lebih lanjut, logam mulia berpotensi melanjutkan tren kenaikannya.
Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai, terutama mengingat harga perak saat ini berada di level rekor. Koreksi jangka pendek masih mungkin terjadi, meskipun secara fundamental sentimen pasar masih cenderung mendukung.
Kesimpulan
Harga perak yang menembus level rekor mencerminkan kombinasi kuat antara ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve, arus masuk spekulatif, dan ketatnya pasokan pasca short squeeze. Emas juga ikut menguat dan diperdagangkan tidak jauh dari rekor tertingginya, didukung oleh faktor yang sama.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, mulai dari Amerika Latin hingga Eropa Timur, logam mulia kembali menegaskan perannya sebagai aset safe haven. Selama ketidakpastian global masih membayangi, emas dan perak diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor dalam menjaga stabilitas portofolio mereka.















