Emas (XAU/USD) kembali ditekan aksi jual pasca sempat naik intraday ke atas area psikologis $4.100 per ons, dan kemudian bergerak turun untuk hari kedua berturut-turut pada Senin (27/10).
Logam ini masih cenderung bias negatif di paruh pertama sesi Eropa, meskipun tekanan turunnya belum terlalu kuat karena latar belakang fundamental yang bervariasi. Sinyal meredanya ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok membuat investor lebih nyaman masuk ke aset berisiko, dan itu mengurangi minat terhadap aset aman seperti
Emas.
Namun, ekspektasi The Fed yang semakin dovish masih menjadi penopang bagi
Emas yang tidak menghasilkan imbal hasil (non-yielding asset).
Saat ini
Pasar makin yakin bahwa bank sentral AS akan memangkas biaya pinjaman dua kali lagi sebelum akhir tahun, dan keyakinan ini ditegaskan lagi setelah data inflasi konsumen AS yang dirilis Jumat lalu keluar lebih lunak dari perkiraan. Kondisi ini membuat para bull
Dolar AS (USD) agak defensif.
Bersamaan dengan itu, risiko geopolitik yang masih terus berlangsung akibat perang Rusia–Ukraina juga memberikan dukungan tambahan pada harga
Emas. Karena kombinasi faktor-faktor tersebut, pelaku
Pasar Emas masih berhati-hati untuk bertaruh penurunan lebih dalam.
Fokus
Pasar sekarang tertuju pada pertemuan FOMC dua hari yang sangat dinantikan, yang dimulai Selasa. Hasil keputusan The Fed nanti akan menjadi penentu arah berikutnya untuk
Emas dan
Dolar.(yds)
Sumber: FXstreet.com