
Harga
Emas stabil di sesi Asia hari Senin, diperdagangkan di sekitar $4261 per ons.
Pasar Emas bergerak hati-hati setelah reli tajam pekan lalu, seiring kekhawatiran
Pasar terhadap kondisi fiskal AS yang memburuk akibat penutupan
Pemerintah (shutdown) yang kini memasuki hari ke-19. Ketidakpastian politik ini membuat investor mencari aset aman seperti
Emas, meski pergerakan hari ini relatif tenang.
Selain isu shutdown, ekspektasi pemangkasan
suku bunga oleh Federal Reserve ikut menopang harga
Emas. Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan
Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan
suku bunga pada bulan Oktober, dan kemungkinan besar pemangkasan lanjutan di bulan Desember. Komentar dari Presiden Fed St. Louis, Alberto Musalem, yang membuka peluang pemangkasan jika inflasi tetap terkendali, semakin memperkuat sentimen bullish di
Pasar logam mulia.
Faktor eksternal lainnya datang dari hubungan perdagangan AS-Tiongkok. Presiden Donald Trump menyatakan keinginan untuk menurunkan
Tarif terhadap China jika Beijing melakukan langkah konkret, termasuk pembelian kedelai. Meski ini bisa meningkatkan selera risiko
Pasar secara umum, potensi perbaikan hubungan dagang juga menciptakan ketidakpastian arah jangka pendek untuk
Emas.
Untuk saat ini, harga
Emas tetap dalam posisi kuat meskipun belum melanjutkan kenaikan besar. Investor menunggu kejelasan dari pembicaraan dagang antara pejabat tinggi AS dan China yang dijadwalkan berlangsung pekan ini, serta perkembangan lebih lanjut dari pembahasan anggaran AS. Selama ketidakpastian politik dan arah
suku bunga masih tinggi,
Emas kemungkinan akan tetap diminati sebagai aset lindung nilai.(asd)
Sumber:
newsmaker.id