Perak turun tajam sekitar lebih dari 3% pada sesi AS hari Jumat (17/10), di sekitar $52/oz setelah sempat berfluktuasi di rentang $53,5–$54,4 pada sesi Asia dan Eropa. Aksi ambil untung menjadi faktor utama, meski minat beli tetap kuat berkat arus safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global, sementara reli
Emas di area $4.300+ ikut menyokong sentimen lintas-logam. Di
Pasar fisik, keketatan spot masih terasa walau pasokan mulai mengalir dari pusat penyimpanan besar, sehingga setiap pelemahan intraday cepat dimanfaatkan untuk akumulasi.
Ketegangan AS–Tiongkok yang sedikit mereda dan membuat
Dolar AS pulih, memberikan tekan terhadap
Perak setelah Trump yang mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network, bahwa
Tarif 100% yang diusulkannya untuk barang-barang dari Tiongkok tidak akan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa ia akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam dua minggu dan ia yakin Tiongkok akan baik-baik saja.
Dari sisi kebijakan,
Pasar makin mem-price in dua pemangkasan
suku bunga The Fed tahun ini, yang menekan
Dolar AS dan imbal hasil US Treasury—kombinasi yang biasanya ramah bagi aset tanpa imbal hasil seperti
Perak. Di saat bersamaan, kabar soal tekanan kredit bank regional AS. Permintaan ritel Asia juga solid memasuki puncak musim festival India, menambah bantalan fundamental bagi harga. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id