Emas kembali diburu sebagai safe haven di tengah perdagangan dan ketegangan geopolitik. Setelah sempat turun ke area $4.279–$4.280 di sesi Asia, harga kembali naik dan kini hampir menyentuh $4.350/oz, mendekati rekor tertinggi yang disentuh sebelumnya pada hari Jumat.
Dukungan utama datang dari taruhan pemangkasan
suku bunga The Fed dua kali lagi tahun ini dan penutupan
Pemerintah AS yang berkepanjangan. Ekspektasi kebijakan yang lebih longgar menekan
Dolar AS ke posisi terendah lebih dari sepekan, sehingga memperkuat harga
Emas yang tidak berimbal hasil.
Secara teknikal,
Emas memang sudah overbought di grafik jangka pendek, namun belum ada tanda-tanda kelelahan tren. Artinya, jalur termudah saat ini masih ke atas, selama tidak ada pembalikan tajam di
Dolar dan imbal hasil
Obligasi AS.
Dengan latar belakang fundamental yang mendukung—ketegangan AS–Tiongkok, penutupan AS, dan peluang penurunan
suku bunga The Fed—
Emas tetap berada di jalur kenaikan sembilan pekan berturut-turut. Selama sentimen “cari aman” bertahan dan
Dolar lemah, peluang uji ulang rekor tetap terbuka.(asd)
Sumber :
newsmaker.id