Emas menembus level $3.600 per ons untuk pertama kalinya pada Senin (8/9), yang mencetak rekor baru setelah data tenaga kerja AS yang melemah semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas
suku bunga pekan depan.
Harga spot
Emas naik 1,3% menjadi $3.631,66 per ons pada pukul 09.59 EDT (13.49 GMT), setelah sempat menyentuh rekor $3.636,69. Sementara itu, kontrak berjangka
Emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,5% ke $3.670,80.
Menurut Peter Grant, Vice President dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals, momentum
Emas bisa berlanjut ke kisaran $3.700–$3.730 dalam jangka pendek, dengan koreksi singkat justru menjadi peluang beli. “Pelemahan
Pasar tenaga kerja yang berkelanjutan serta ekspektasi pemangkasan
suku bunga The Fed hingga awal 2026 bisa memberikan dukungan kuat bagi
Emas,” ujarnya.
Data ketenagakerjaan Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam di Agustus. Kini, pelaku
Pasar melihat peluang 90% pemangkasan
suku bunga sebesar 25 bps di pertemuan Fed bulan September, dan 10% peluang pemangkasan lebih agresif sebesar 50 bps, menurut CME FedWatch Tool.
Sejauh ini, harga
Emas sudah naik 38% sepanjang tahun, setelah menguat 27% di 2024. Lonjakan ini ditopang oleh pelemahan
Dolar, akumulasi besar-besaran dari bank sentral, kebijakan moneter yang dovish, serta ketidakpastian global.
Sementara Bank sentral Tiongkok tercatat memperpanjang aksi beli emasnya hingga bulan ke-10 berturut-turut pada Agustus. Imbal hasil
Obligasi AS tenor 10 tahun juga berada di dekat level terendah lima bulan. Investor kini menantikan data Producer Price Index (Rabu) dan Consumer Price Index (Kamis) untuk petunjuk lebih lanjut arah kebijakan The Fed.
Jika data AS terus melemah, momentum bullish
Emas kemungkinan berlanjut. Namun, bila data justru menunjukkan ketahanan tak terduga,
Emas bisa terkoreksi dari level tingginya saat ini.
Sementara itu, harga spot
Perak naik 1% ke $41,39 per ons, platinum menguat 0,7% ke $1.382,25, dan paladium melonjak 2,1% ke $1.134,56.(yds)
Sumber: Reuters