
Harga
Perak naik di atas $41 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin (8/9), didorong oleh pelemahan
Dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat. Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat segera memangkas
suku bunga, sehingga menambah daya tarik aset berbasis logam mulia termasuk
Perak. Investor kini menunggu data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Secara fundamental,
Perak juga mendapatkan dukungan dari prospek meningkatnya permintaan industri, terutama dari sektor energi terbarukan dan elektronik. Dengan meningkatnya transisi energi global, konsumsi
Perak diperkirakan akan tetap kuat. Namun, sentimen masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, yang berpotensi menekan permintaan logam mulia ini dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, harga
Perak saat ini bergerak di sekitar level $40,6 per ons, dengan area support terdekat berada di $40,0 dan resistance kuat di kisaran $41,2. Jika harga mampu menembus di atas level resistance, peluang
Penguatan lebih lanjut terbuka hingga ke area $42,0. Namun sebaliknya, kegagalan bertahan di atas support dapat memicu koreksi menuju kisaran $39,5. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id