
Harga
Emas tetap solid di atas US$3.530 per ons troy pada Rabu (3/9), yang mempertahankan kinerjanya dekat rekor tertinggi.
Sementara sentimen bullish ini didorong ekspektasi pelonggaran moneter AS dan derasnya aliran dana ke aset safe haven di tengah risiko politik dan ekonomi yang makin luas.
Di sisi lain investor menanti langkah The Fed, setelah Ketua Jerome Powell memberi sinyal hati-hati soal kemungkinan pemangkasan
suku bunga bulan ini. Fokus
Pasar kini beralih ke rilis data tenaga kerja AS pada Jumat, yang akan menjadi kunci arah kebijakan di September. Namun, ketegangan antara Presiden Trump dan The Fed—termasuk aksinya terhadap Gubernur Lisa Cook—menambah kekhawatiran soal independensi bank sentral.
Selain itu, ketidakpastian terkait
Tarif juga menopang harga
Emas. Trump mengatakan pemerintahannya akan meminta Mahkamah Agung mempercepat putusan untuk membatalkan keputusan pengadilan federal yang menyatakan banyak tarifnya ilegal. Kekhawatiran anggaran serta pelemahan
Pasar saham dan
Obligasi ikut memperkuat permintaan terhadap
Emas sebagai aset lindung nilai.(yds)
Sumber: Trading Economics