
Harga
Perak mengalami penurunan signifikan pada hari Selasa (21/10), dengan harga spot turun sekitar 7% menjadi $48,49 per ounce, mencapai level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam satu hari sejak Februari 2021, mengikuti penurunan tajam
Emas yang mencerminkan aksi ambil untung setelah reli panjang yang membawa harga
Perak ke rekor tertinggi baru-baru ini.
Beberapa faktor mempengaruhi penurunan harga
Perak tersebut.
Penguatan Dolar AS dan ekspektasi
Pasar terhadap penundaan pemangkasan
suku bunga oleh Federal Reserve AS menyebabkan arus keluar dari aset safe haven seperti
Perak. Selain itu, berkurangnya ketegangan perdagangan AS–Tiongkok dan menurunnya permintaan safe haven turut mendinginkan sentimen
Pasar terhadap logam mulia ini.
Meskipun terjadi koreksi harga, prospek jangka panjang
Perak tetap positif. Permintaan industri, terutama dari sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik, serta kekhawatiran inflasi yang berkelanjutan, dapat mendukung harga
Perak untuk kembali menguat. Investor disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter AS sebagai indikator arah pergerakan harga
Perak ke depan. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id