
Harga
Perak bergerak negatif di sekitar $52 per ons pada sesi awal Asia, Pelemahan terjadi karena permintaan aset aman berkurang seiring meredanya ketegangan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok. Pelaku
Pasar menunggu arahan
suku bunga dari pidato Gubernur The Fed Christopher Waller pada Selasa.
Nada lebih lembut dari Presiden Donald Trump ikut menekan minat lindung nilai. Ia mengakui usulan
Tarif tambahan hingga seratus persen terhadap barang Tiongkok tidak berkelanjutan dan berencana bertemu Presiden Xi Jinping pekan ini. Sikap tersebut membantu meredakan tensi dagang, mendorong aksi ambil untung setelah reli besar pekan lalu.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan
suku bunga The Fed berpotensi membatasi penurunan
Perak. Waller menyatakan mendukung satu pemangkasan lagi pada pertemuan akhir bulan, dengan pertimbangan
Pasar kerja yang beragam. Presiden The Fed St Louis Alberto Musalem juga membuka peluang pemangkasan jika risiko terhadap pekerjaan meningkat dan inflasi terkendali.
suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya peluang memegang
Perak.
Poin penting hari ini adalah
Perak bertahan di bawah 52 koma 50 seiring meredanya tensi dagang, nada dovish pejabat The Fed menahan tekanan jual,
Pasar menunggu pidato Waller untuk petunjuk arah
suku bunga, dan aksi ambil untung masih membayangi setelah rekor pekan lalu.(asd)
Sumber :
newsmaker.id