
Rabu, 8/10/25 – Yen Jepang kembali melemah tajam.
Pasar khawatir kebijakan fiskal yang lebih ekspansif di bawah PM terpilih Sanae Takaichi akan menyulitkan Bank of Japan (BoJ) menaikkan
suku bunga dalam waktu dekat. Pernyataan penasihat dekat Takaichi, Takuji Aida, bahwa kenaikan
suku bunga bulan ini terlalu dini ikut menekan JPY. Bersamaan dengan arus beli
Dolar AS, pasangan USD/JPY terdorong melewati 152,00.
Meski begitu, Aida tetap membuka peluang kenaikan 25 bps pada Januari jika ekonomi cukup kuat. Di sisi lain,
Pasar memperkirakan The Fed masih memotong
suku bunga dua kali tahun ini. Ekspektasi pemangkasan di AS itu berpotensi membatasi kenaikan
Dolar dalam beberapa bulan ke depan, sehingga ruang
Penguatan USD/JPY bisa mulai sempit.
Ke depan, beda arah kebijakan BoJ-Fed menjadi kunci pergerakan yen. Jika BoJ mengisyaratkan pengetatan bertahap sementara Fed kian dovish, dukungan untuk JPY dapat menguat dan membatasi reli USD/JPY. Pelaku
Pasar kini menanti Risalah FOMC Rabu ini untuk petunjuk laju rate cut berikutnya-yang bisa jadi pemicu pergerakan baru di
Pasar valas. (az)
Sumber:
newsmaker.id