
Harga
Emas turun pada Selasa (30/9) karena investor melakukan aksi ambil untung pasca sempat menyentuh rekor tertinggi di awal sesi. Namun, kekhawatiran akan penutupan (Shutdown)
Pemerintah AS dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan
suku bunga Federal Reserve menahan pelemahan lebih lanjut.
Harga spot
Emas turun 0,9% menjadi $3.800,34 per ons pada pukul 09.24 GMT, setelah sempat naik 1% ke rekor $3.871,45 pada sesi Asia.
Sepanjang September,
Emas sudah naik 10,4% dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2020. Kontrak berjangka
Emas AS untuk pengiriman Desember juga turun 0,7% menjadi $3.827,80.
Menurut analis eksternal Swissquote, Carlo Alberto De Casa,
Emas memangkas kenaikan akibat aksi ambil untung setelah naik hingga 1% di sesi Asia. “Sejauh ini ini hanya koreksi teknis dan belum menunjukkan pembalikan tren,” ujarnya.
Di sisi politik, Presiden AS Donald Trump dan oposisi Demokrat tidak menunjukkan banyak kemajuan dalam pertemuan di Gedung Putih yang bertujuan mencegah shutdown
Pemerintah yang bisa mengganggu berbagai layanan mulai Rabu. “Risiko shutdown justru positif bagi
Emas karena menciptakan ketidakpastian, sekaligus membuat The Fed kekurangan data penting yang bisa tertunda,” tambah De Casa.
Sementara itu, harga
Perak spot turun 2% menjadi $45,99 per ons, meski sepanjang bulan sudah melonjak 16,1%. Platinum merosot 4,5% menjadi $1.529,80, sementara paladium turun 3% ke $1.229,50.(yds)
Sumber: Reuters