Dolar melemah terhadap euro dan yen pada Kamis (28/8), seiring para pelaku
Pasar meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas
suku bunga bulan depan setelah Kepala The Fed New York John Williams mengisyaratkan kemungkinan langkah tersebut bisa terjadi.
Mata uang AS kembali mendapat tekanan dari kampanye Presiden Donald Trump yang makin gencar untuk meningkatkan pengaruh atas kebijakan moneter, serta upayanya memecat Lisa Cook, salah satu gubernur The Fed.
Sementara Lisa Cook pada Kamis mengajukan gugatan, yang menyatakan bahwa Trump tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikannya dari jabatan.
Dolar memangkas sebagian pelemahannya setelah data Kamis menunjukkan perbaikan pada klaim pengangguran dan produk domestik bruto (PDB) yang tumbuh sedikit di atas perkiraan, namun tetap cenderung bergerak mendatar.
Sementara kata Uto Shinohara, Senior Investment Strategist di Mesirow Currency Management. “Ketidakpastian seputar independensi The Fed terus membebani
Pasar, diperparah kenaikan
Tarif di India dan prospek pengerahan Garda Nasional ke lebih banyak kota, yang membuat sorotan tertuju pada AS,”
Mata uang AS melemah terhadap euro meskipun pada Senin Perdana Menteri Prancis secara tak terduga menyerukan pemungutan suara kepercayaan untuk bulan depan, yang tampaknya berpotensi menjatuhkan
Pemerintah minoritasnya.
Euro naik 0,38% ke $1,1682. Sterling juga menguat 0,19% ke $1,3525.
Indeks
Dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,31% ke 97,862 setelah dua hari penurunan.
Terhadap yen,
Dolar melemah 0,35% ke 146,89 yen.(yds)
Sumber: Reuters