Best Profit | Minyak Menurun Pasca Isyarat Kemajuan dari Iran dalam Pembicaraan Gaza
Best Profit (12/2) – Harga minyak turun pada hari Senin (12/2) menyusul kenaikan minggu lalu setelah menteri luar negeri Iran mengisyaratkan konflik Israel-Hamas bisa semakin mendekati solusi diplomatik. Perdagangan tetap sepi karena banyak pasar Asia tutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.
Pasar minyak dunia menyaksikan penurunan pada awal pekan ini, melanjutkan tren volatilitas yang telah terlihat sebelumnya.
Kondisi Pasar
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI), jenis minyak mentah AS, diperdagangkan mendekati $76 per barel. Pasar minyak telah diwarnai oleh ketidakpastian sepanjang tahun ini, dengan harga bergerak dalam kisaran sekitar $10 per barel. Konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Israel dan Hamas, telah menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak. Namun, kelebihan pasokan global dan prospek permintaan yang lemah, terutama dari Tiongkok sebagai konsumen terbesar kedua, telah membayangi pasar.
Baca Juga : Penurunan Dolar Bersamaan dengan Pengabaian Pasar terhadap Data Revisi Inflasi
Baca Juga : Mata Uang Amerika dan Imbal Hasil Memperkuat Pasca Pidato Fed, Yen Melemah
Isyarat Diplomatik dari Iran
Hossein Amirabdollahian, menteri luar negeri Iran, telah menyampaikan isyarat bahwa konflik antara Israel dan Hamas mungkin mendekati solusi diplomatik. Pembicaraan yang dia adakan di Beirut, termasuk dengan pejabat senior Hamas, menyoroti upaya untuk membebaskan sandera Israel. Meskipun tidak memberikan rincian waktu, pernyataan Amirabdollahian menunjukkan potensi untuk perkembangan positif dalam penyelesaian konflik di Gaza. best profit
Reaksi Israel
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan komitmen untuk menjaga keselamatan warga sipil selama operasi militer di kota Rafah, selatan Gaza. Pernyataannya menyoroti kompleksitas konflik di wilayah tersebut dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai solusi yang dapat diterima oleh semua pihak terkait.
Risiko dan Tantangan
Meskipun ada harapan untuk penyelesaian diplomatik, risiko penurunan tambahan terhadap permintaan minyak tetap ada, terutama terkait dengan kondisi ekonomi di Tiongkok. Analis Goldman Sachs Group Inc. mencatat lonjakan penjualan kendaraan listrik dan percakapan dengan konsumen lokal sebagai faktor yang dapat mempengaruhi permintaan minyak di masa depan.
Outlook Pasar
Harga minyak, baik Brent maupun WTI, masih rentan terhadap gejolak geopolitik dan perkembangan diplomatik di Timur Tengah. Para pelaku pasar akan terus memantau situasi ini dengan cermat sambil juga memperhatikan faktor-faktor lain seperti pasokan global dan permintaan global, terutama dari negara-negara konsumen utama seperti Tiongkok. best profit















