BPF Malang

Image

Bestprofit | Dolar Stabil, Mata Tertuju ke The Fed

Bestprofit (15/9) – Dolar AS bergerak stabil pada awal sesi perdagangan Asia hari Senin, 15 September 2025, di tengah dimulainya hari kedua pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Investor global kini mengalihkan perhatian mereka ke keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan pekan ini. Stabilitas dolar mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang pekan yang dipenuhi keputusan penting dari sejumlah bank sentral besar dunia.

Sementara itu, indeks saham berjangka AS nyaris tidak berubah, mengikuti pergerakan S&P 500 yang ditutup datar pada Jumat lalu. Kontrak berjangka di Asia mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah, dan perdagangan di pasar Jepang libur karena perayaan Hari Libur Nasional.

Fokus Utama Pasar: Keputusan The Fed

Pertanyaan utama yang menghantui investor pekan ini adalah: Apakah The Fed akan menolak ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga lebih lanjut?

Pasar saat ini hampir yakin bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam keputusan yang akan diumumkan pada hari Rabu. Namun yang lebih penting dari pemangkasan itu sendiri adalah nada kebijakan yang akan disampaikan, serta proyeksi ekonomi dan suku bunga terbaru dari bank sentral AS.

“Pekan ini sepenuhnya tentang keputusan bank sentral. Tentu saja yang paling besar adalah The Fed, yang hampir pasti akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin,” kata Kyle Rodda, analis pasar senior di Capital.com, Melbourne.
“Pertanyaannya adalah seberapa agresif Fed akan melonggarkan kebijakan.”

Ekspektasi pasar saat ini menunjukkan bahwa pemangkasan suku bunga mungkin dilakukan di tiga pertemuan terakhir tahun ini, tetapi masih belum jelas apakah The Fed akan mengonfirmasi arah pelonggaran tersebut.

Bestprofit | Dolar Melemah Usai Data Pengangguran

Bank Sentral Lain Juga Menjadi Sorotan

Selain The Fed, Bank of Canada (BoC), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) juga dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pekan ini. Ini menjadikan minggu ini sangat krusial bagi pasar keuangan global, karena semua pernyataan kebijakan tersebut akan memberikan sinyal arah suku bunga dan stimulus global.

  • Bank of England dihadapkan pada tekanan inflasi dan kemungkinan penurunan pertumbuhan ekonomi akibat ketidakpastian pasca-Brexit.

  • Bank of Canada menghadapi perekonomian domestik yang melambat seiring turunnya harga minyak dan konsumsi rumah tangga.

  • Bank of Japan terus berjuang dengan inflasi yang rendah dan pertumbuhan stagnan, sehingga kemungkinan mempertahankan kebijakan longgarnya.

Dengan latar belakang tersebut, pasar akan mencermati bagaimana sikap bank-bank sentral besar terhadap pelemahan ekonomi global, serta implikasinya terhadap nilai tukar mata uang dan pasar aset global.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Dolar AS: Stabil, Tapi Rentan Tekanan Dovish

Dalam perdagangan Senin pagi, dolar AS diperdagangkan stabil terhadap mayoritas mata uang utama. Namun, kestabilan ini bisa saja bersifat sementara, terutama jika The Fed mengambil sikap lebih dovish dari yang diharapkan.

Menurut Elias Haddad, analis strategi pasar senior di Brown Brothers Harriman:

“Sikap dovish The Fed dapat menekan dolar AS lebih rendah dan mendukung aset berisiko.”

Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan setidaknya satu anggota FOMC akan mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin, dan bahwa proyeksi baru dari The Fed bisa menunjukkan jalur pelonggaran yang lebih tajam untuk melindungi pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Data Tiongkok Menjadi Penentu Sentimen Asia

Selain kebijakan moneter, data ekonomi Tiongkok yang dirilis pada hari Senin juga menjadi sorotan penting. Data tersebut mencakup:

  • Penjualan ritel, yang diperkirakan meningkat dibanding tahun lalu.

  • Output industri, yang kemungkinan akan melambat, menurut survei Bloomberg.

Kinerja data ini akan menjadi sinyal penting mengenai kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia, dan memberikan pengaruh langsung terhadap sentimen pasar di Asia, termasuk pergerakan yuan dan permintaan komoditas.

“Kami memperkirakan data Agustus dari Tiongkok kembali melemah, yang mungkin memberi dukungan sementara bagi dolar-yuan,” tulis tim strategi dari Commonwealth Bank of Australia yang dipimpin Joseph Capurso.

Negosiasi AS-Tiongkok dan Isu TikTok

Pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok yang sedang berlangsung juga menambah kompleksitas dinamika pasar pekan ini. Diskusi yang dilakukan difokuskan pada:

  • Perdagangan bilateral dan ekonomi makro.

  • Nasib TikTok, aplikasi populer milik ByteDance yang menghadapi tenggat waktu untuk menyelesaikan kesepakatan agar tetap dapat beroperasi di AS.

Hasil dari pembicaraan ini akan sangat menentukan arah hubungan ekonomi antara kedua negara, serta potensi pemulihan perdagangan global yang sempat terganggu akibat perang dagang beberapa tahun terakhir.

Pejabat dari kedua belah pihak juga dilaporkan sedang menyiapkan rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Oktober mendatang, yang diharapkan bisa memperkuat hubungan bilateral dan memberikan kepastian bagi pelaku pasar.

Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Baru

Sementara itu, harga minyak mentah tertekan turun tipis setelah pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang mendesak negara-negara anggota G7 untuk mengenakan tarif pada India dan Tiongkok karena masih membeli minyak dari Rusia.

Pernyataan tersebut memunculkan ketegangan baru di pasar energi global dan memperkuat sentimen hati-hati investor terhadap aset berisiko, seperti saham energi dan mata uang emerging markets yang bergantung pada ekspor komoditas.

Korea Selatan: Fokus pada Kebijakan Pajak Pasar Modal

Di kawasan Asia, Korea Selatan menjadi sorotan setelah pemerintah negara tersebut memutuskan untuk mempertahankan ambang batas pajak atas keuntungan modal saham. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasar modal dan menghindari volatilitas berlebihan di tengah ketidakpastian global.

Langkah ini disambut baik oleh investor domestik, meskipun beberapa analis memperkirakan bahwa kebijakan pajak tetap akan menjadi faktor yang memengaruhi arus masuk dan keluar modal asing dari pasar Korea Selatan.

Kesimpulan: Pasar Masuki Pekan Penentu dengan Sikap Waspada

Dengan stabilnya dolar AS pada awal perdagangan pekan ini, pasar global memasuki minggu yang sangat krusial. Keputusan The Fed akan menjadi pusat perhatian, diikuti oleh kebijakan dari beberapa bank sentral besar lainnya, data ekonomi utama dari Tiongkok, serta perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok.

Investor dan pelaku pasar saat ini memilih untuk bersikap hati-hati, menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar. Jika The Fed mengambil langkah lebih dovish dari perkiraan, dolar berisiko tertekan, dan sebaliknya, sikap hawkish dapat memperkuat greenback, tetapi mungkin akan membebani aset berisiko.

Ketidakpastian masih menjadi tema utama, dan sentimen pasar akan terus bergeser sesuai dengan pernyataan kebijakan, rilis data ekonomi, dan arah negosiasi geopolitik yang berlangsung dalam beberapa hari ke depan.