BPF Malang

Image

Bestprofit | Minyak Naik, Tekanan Rusia Meningkat

Bestprofit (26/9) – Harga minyak dunia melonjak pada pekan ini, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan harga ini didorong oleh dinamika geopolitik yang kian memanas, terutama karena langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pembeli energi dari Rusia. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Washington untuk menekan Moskow dan mempercepat akhir dari perang di Ukraina.

Harga WTI dan Brent Terus Menguat

Pada perdagangan terbaru, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November diperdagangkan di atas $65 per barel, setelah naik 0,4% menjadi $65,24 per barel pada pukul 07.30 waktu Singapura. Sementara itu, Brent untuk pengiriman bulan yang sama ditutup naik 0,2% menjadi $69,42 per barel pada hari Kamis.

Kenaikan ini menandai pergerakan mingguan tertinggi untuk kedua patokan harga minyak tersebut sejak awal Juni. Penguatan ini dipicu oleh gabungan faktor geopolitik, gangguan pasokan, dan spekulasi pasar terkait masa depan permintaan global menjelang akhir tahun.

Bestprofit | Minyak Stabil Setelah Retorika Trump

Trump Tingkatkan Tekanan terhadap Pembeli Minyak Rusia

Presiden AS Donald Trump memainkan peran penting dalam mendorong lonjakan harga minyak. Dalam beberapa hari terakhir, Trump meningkatkan tekanan diplomatik terhadap negara-negara yang masih membeli energi dari Rusia. Di antaranya, ia secara langsung mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghentikan impor minyak dari Rusia.

Trump juga membahas isu keamanan energi dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, menyuarakan keprihatinannya terhadap ketergantungan beberapa negara NATO terhadap energi dari Rusia, yang merupakan anggota OPEC+ dan pemasok utama minyak dan gas alam bagi Eropa Timur dan Tengah.

Pekan ini, Trump juga secara terbuka menegur anggota NATO karena dinilai tidak konsisten dalam kebijakan luar negeri mereka terhadap Rusia. Ia menyatakan bahwa membeli bahan bakar dari negara yang sedang berperang jelas bertentangan dengan upaya kolektif NATO untuk mendukung Ukraina.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Serangan Drone Ukraina Ganggu Pasokan Rusia

Sementara itu, situasi di lapangan di wilayah konflik Ukraina turut menambah tekanan pada pasar energi global. Serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia menyebabkan gangguan pasokan fisik minyak dan gas. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pasar akan potensi kekurangan pasokan jika eskalasi konflik terus terjadi.

Sasaran utama serangan Ukraina mencakup fasilitas penyimpanan dan jalur pipa utama yang mengalirkan minyak ke pasar ekspor Rusia. Meskipun skala kerusakan belum diungkap secara luas, laporan intelijen Barat menyebutkan bahwa beberapa infrastruktur utama telah rusak parah dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.

Situasi ini menambah lapisan ketidakpastian terhadap kestabilan pasokan global, terutama karena Rusia masih menjadi salah satu produsen utama minyak mentah dunia.

NATO Siap Bertindak Tegas terhadap Rusia

Ketegangan antara Rusia dan NATO juga mencapai titik baru minggu ini. Para diplomat Eropa memperingatkan Kremlin bahwa setiap pelanggaran wilayah udara negara-negara anggota aliansi akan direspons dengan kekuatan penuh. Menurut laporan yang bocor ke media, NATO bahkan siap menembak jatuh pesawat militer Rusia jika mereka terus melanggar batas udara negara-negara NATO.

Peringatan keras ini memperlihatkan bahwa Eropa tidak hanya mengandalkan sanksi ekonomi, tetapi juga mulai menunjukkan kesiapan militer dalam menghadapi agresi Rusia yang terus berlanjut. Langkah ini tentu berdampak langsung terhadap pasar minyak, yang sangat sensitif terhadap potensi konflik bersenjata yang melibatkan negara-negara besar.

Proyeksi Kelebihan Pasokan di Kuartal IV

Meski saat ini pasar diwarnai kekhawatiran pasokan, sejumlah analis memperingatkan bahwa ada potensi kelebihan pasokan minyak pada akhir tahun 2025. Hal ini terkait dengan dimulainya kembali ekspor dari wilayah Kurdistan di Irak.

Pemerintah Irak mengumumkan bahwa pengiriman minyak melalui pipa menuju pelabuhan Ceyhan di Turki akan dilanjutkan mulai Sabtu mendatang. Wilayah ini sebelumnya sempat terhambat karena sengketa internal dan masalah teknis, namun kini siap kembali memasok pasar global.

Jika pasokan dari Kurdistan berjalan lancar, dan tidak ada eskalasi tambahan dari sisi geopolitik, maka tekanan naik pada harga minyak bisa berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Namun untuk saat ini, pasar masih lebih banyak digerakkan oleh kekhawatiran pasokan jangka pendek daripada outlook jangka menengah.

Peran Strategis Minyak dalam Konflik Global

Minyak bukan sekadar komoditas energi, melainkan instrumen geopolitik yang sangat strategis. Dalam konflik Rusia-Ukraina, energi telah menjadi senjata ekonomi yang digunakan kedua belah pihak. Rusia mengandalkan pendapatan energi untuk membiayai militernya, sementara Barat menggunakan sanksi dan embargo energi sebagai cara untuk menekan kemampuan finansial Moskow.

Langkah Trump untuk mendorong negara-negara sekutunya menghentikan pembelian energi dari Rusia adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengisolasi ekonomi Rusia secara internasional. Jika tekanan ini berhasil, dampaknya terhadap pasar minyak bisa signifikan, terutama karena pasar global harus mencari sumber pasokan alternatif.

Respons Pasar: Kenaikan Harga Dibayangi Volatilitas

Kenaikan harga minyak dalam beberapa hari terakhir mencerminkan kekhawatiran jangka pendek, tetapi pasar tetap dibayangi oleh tingkat volatilitas yang tinggi. Trader dan analis mencatat bahwa harga bisa dengan cepat berbalik arah jika terjadi perkembangan besar, baik dari sisi politik maupun pasokan.

Beberapa analis memperingatkan bahwa rally harga minyak bisa bersifat sementara jika negara-negara seperti Iran, Venezuela, atau bahkan AS sendiri meningkatkan produksi mereka untuk mengimbangi gangguan pasokan dari Rusia.

Namun untuk saat ini, sentimen bullish masih mendominasi, terutama karena kombinasi tekanan politik, konflik bersenjata, dan ketidakpastian pasokan membuat investor mencari posisi aman.

Kesimpulan

Harga minyak global bergerak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak lebih dari tiga bulan terakhir, didorong oleh dinamika geopolitik yang meningkat. Langkah Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap pembeli energi Rusia memperkuat pandangan bahwa konflik Ukraina kini juga berlangsung di medan ekonomi global, bukan hanya di medan tempur.

Pasar minyak bereaksi terhadap gangguan pasokan dari Rusia akibat serangan Ukraina, serta potensi eskalasi dari pihak NATO. Di saat yang sama, potensi tambahan pasokan dari Irak menambah dimensi baru terhadap prospek harga dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan ketegangan global yang belum menunjukkan tanda mereda, dan peran strategis minyak dalam pertarungan kekuasaan antarnegara, pasar energi diperkirakan akan tetap bergejolak menjelang akhir tahun ini. Para pelaku pasar dan investor disarankan untuk tetap waspada terhadap perkembangan politik global yang bisa setiap saat mengubah arah pasar.