Dolar AS tergelincir pada Senin (15/9) karena
Pasar menunggu The Fed kembali memangkas
suku bunga pada pertemuan 16–17 September, sementara Presiden Donald Trump mendorong pemotongan yang lebih besar.
Saat ini
Pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi −25 bps, dengan peluang sekitar 5% untuk −50 bps (CME FedWatch).
Analis menilai keyakinan
Pasar masih rendah; banyak trader memilih menepi dan merapikan posisi sambil menunggu hasil FOMC. DXY sempat turun 0,4% ke 97,273 (terendah hampir sepekan). USD/JPY melemah 0,2% ke 147,335, sementara EUR/USD naik 0,3% ke $1,1771.
Sejumlah pelaku
Pasar masih melihat tren bearish pada
Dolar. Investor akan mencermati dot plot dan nada Jerome Powell untuk mengukur laju pemangkasan selanjutnya. Di Eropa & Asia, keputusan
suku bunga BoE, BoJ, BoC, dan Norges Bank juga dipantau; BoE dan BoJ diperkirakan tahan
suku bunga, dengan fokus pada perlambatan QT BoE dan sinyal peluang kenaikan
suku bunga BoJ tahun ini.
Posisi spekulatif net long euro terhadap
Dolar naik ke $18,4 miliar (mendekati puncak 2 tahun). Sterling menguat 0,4% ke $1,3606 (terkuat sejak awal Juli). Bitcoin turun 0,5% ke $115.323, memperpanjang penurunan tiga sesi beruntun.
Poin penting (ringkas)
Basis skenario: Fed −25 bps; −50 bps peluang kecil
DXY 97,27; USD/JPY 147,34; EUR/USD 1,1771.
Fokus ke dot plot & nada Powell untuk proyeksi easing.
BoE/BoJ diperkirakan tahan
suku bunga; euro ditopang posisi long tinggi.(yds)
Sumber: Reuters