
Nilai tukar
Dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang utama negara maju (G10), kecuali
Dolar Australia, pada perdagangan Rabu (29/10), menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan memangkas
suku bunga acuannya.
Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,2%, dengan volatilitas
Pasar yang relatif stabil. Aktivitas perdagangan meningkat menjelang akhir bulan, sementara investor melakukan reposisi strategis yang menyebabkan pergerakan harga menjadi lebih berfluktuasi.
Imbal hasil
Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) bergerak naik secara moderat di seluruh tenor, dengan yield
Obligasi 10 tahun berada di kisaran 3,99%.
Pasar uang kini sepenuhnya memperkirakan pemangkasan
suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada hari Rabu. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan niatnya untuk menurunkan
Tarif impor terhadap barang-barang asal Tiongkok terkait krisis fentanyl, serta berencana berdiskusi dengan Presiden Xi Jinping mengenai chip kecerdasan buatan terbaru Nvidia Blackwell.
Poundsterling dan franc Swiss menjadi dua mata uang dengan penurunan terdalam di antara kelompok G10. Nilai tukar GBP/USD merosot hingga 0,6% ke 1,3198, level terendah sejak 1 Agustus, sementara EUR/GBP menembus level 0,88, tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Sebaliknya,
Dolar Australia (AUD/USD) menguat hingga 0,5% ke 0,6618, memperpanjang reli ke hari kelima berturut-turut, seiring berkurangnya ekspektasi
Pasar terhadap pemangkasan
suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada November mendatang.
Untuk pasangan lain, USD/JPY sempat turun 0,4% ke 151,54 setelah komentar hawkish dari analis Bessent, namun kemudian berbalik naik hingga 152,54 (+0,3%) setelah Trump mengungkapkan keyakinannya akan tercapai kesepakatan dengan Tiongkok.
Sementara itu, EUR/USD melemah 0,3% ke 1,1619, sebelum sedikit mengurangi penurunan tersebut.(yds)
Sumber: Bloomberg.com