
Indeks
Dolar AS (DXY) menguat dan diperdagangkan di sekitar angka 99,00 pada sesi Asia Kamis(23/10), setelah sempat mengalami kerugian pada sesi sebelumnya.
Penguatan ini didorong oleh optimisme
Pasar setelah Presiden Donald Trump menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Korea Selatan minggu depan. Beberapa isu penting seperti ekspor kedelai AS, pembatasan senjata nuklir, dan pembelian
Minyak Rusia oleh Tiongkok diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Namun, di sisi lain, ada kabar bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan langkah pembatasan ekspor teknologi yang menggunakan perangkat lunak AS ke Tiongkok sebagai respons atas pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh Beijing. Selain itu, penutupan
Pemerintah AS yang berkepanjangan menambah ketidakpastian
Pasar karena menunda rilis data ekonomi penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP). Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan memangkas
suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut alat perkiraan CME FedWatch, peluang pemangkasan
suku bunga oleh The Fed pada Oktober mencapai hampir 97%, dengan kemungkinan pemangkasan lagi pada Desember sebesar 96%. Survei Reuters juga menunjukkan mayoritas ekonom memprediksi The Fed akan memangkas
suku bunga 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00% dalam pertemuan kebijakan moneter akhir bulan ini. Tahun ini, sebagian besar ekonom memperkirakan dua kali pemangkasan
suku bunga oleh The Fed untuk meredam tekanan ekonomi. (az)
Sumber:
newsmaker.id