Dolar Menguat Tipis, Pasar Tetap Waspada Arah Tarif Trump

Dolar Menguat Tipis, Pasar Tetap Waspada Arah Tarif Trump
Dolar AS bergerak menguat tipis pada Selasa (24/2) setelah terkoreksi pada sesi sebelumnya, seiring Pasar kembali menilai dampak perubahan rezim Tarif Presiden AS Donald Trump terhadap prospek ekonomi dan stabilitas perdagangan global. Indeks Dolar (DXY) naik terbatas, mencerminkan upaya pemulihan yang belum sepenuhnya meyakinkan di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Sumber utama volatilitas tetap datang dari kebijakan perdagangan AS pasca putusan Mahkamah Agung yang menilai penggunaan undang-undang darurat 1977 untuk menerapkan Tarif melampaui kewenangan. Putusan tersebut memaksa Gedung Putih mencari jalur hukum baru untuk mempertahankan agenda Tarif, sehingga menambah lapisan risiko kebijakan dan memperbesar ketidakpastian bagi pelaku usaha serta mitra dagang. Trump kemudian menyatakan akan menaikkan Tarif sementara dari 10% menjadi 15% untuk impor dari semua negara. Pernyataan ini membuat sejumlah negara mempertanyakan reliabilitas kesepakatan dagang yang telah ditandatangani sebelumnya, karena arah kebijakan terlihat bisa berubah cepat bergantung pada dinamika politik dan strategi negosiasi Washington. Di Eropa, euro cenderung stabil dan pergerakannya terbatas. Presiden ECB Christine Lagarde menilai kebijakan Kebijakan suku bunga berada pada posisi yang “baik”, namun tetap menekankan kebutuhan untuk bersikap agile bila kondisi ekonomi dan inflasi berubah. Di saat yang sama, Parlemen Eropa menunda pemungutan suara terkait kesepakatan dagang Uni Eropa–AS, menunjukkan kehati-hatian terhadap implikasi Pajak impor baru dari AS. Pasar kini menunggu rangkaian agenda AS yang dapat mengubah sentimen intraday: data ketenagakerjaan ADP, data kepercayaan konsumen, pernyataan pejabat-pejabat The Fed, hingga pidato kenegaraan Trump. Kombinasi data ekonomi dan komunikasi bank sentral dipandang penting karena akan menentukan apakah Penguatan Dolar hanya koreksi teknis, atau awal dari tren yang lebih kuat. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan muncul bersamaan dengan meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan investasi besar-besaran di sektor AI serta pertanyaan terhadap kekuatan fundamental ekonomi AS setelah rilis data pertumbuhan yang lemah. Situasi ini membuat Pasar berada dalam pola “tarik-menarik”: Dolar mendapat dukungan sebagai aset likuid dan defensif, namun ruang penguatannya bisa terbatas bila kekhawatiran terhadap pertumbuhan mendominasi. Di Asia, yen melemah tajam karena ekspektasi pengetatan kebijakan Bank of Japan dinilai belum mendekat, sementara pembukaan kembali Pasar Jepang turut menambah volatilitas. Di China, yuan cenderung stabil setelah PBoC mempertahankan LPR, menegaskan pendekatan stimulus yang terukur. Mata uang komoditas seperti AUD dan NZD bergerak menguat tipis, mengikuti perbaikan sentimen setelah gejolak sesi sebelumnya. 5 Poin Inti Dolar AS menguat tipis setelah turun pada sesi sebelumnya, namun Pasar masih ragu arah lanjutannya. Ketidakpastian Tarif meningkat pasca putusan Mahkamah Agung, mendorong Pasar menilai ulang risiko kebijakan. Euro relatif stabil; ECB menilai kebijakan “di tempat yang baik”, sementara UE menunda ratifikasi deal dagang dengan AS. Fokus intraday: ADP, kepercayaan konsumen, komentar pejabat Fed, dan pidato kenegaraan Trump. Yen melemah; yuan stabil usai LPR ditahan; AUD & NZD naik tipis mengikuti perbaikan sentimen.(yds) Sumber: Newsmaker.idPanduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.















