BPF Malang

Image

Dolar Menguat, Yen Tertekan Ditengah Memudarnya Cut Rate di Desember

Analisis Dolar Menguat, Yen Tertekan Ditengah Memudarnya Cut Rate di Desember - Data Pasar 2025-11-20

Dolar Menguat, Yen Tertekan Ditengah Memudarnya Cut Rate di Desember

Dolar menguat pada hari Kamis (20/11)setelah risalah pertemuan The Fed membuat pemangkasan suku bunga AS pada Desember tampak makin kecil kemungkinannya. Penguatan tajam Dolar terhadap yen juga memicu spekulasi apakah otoritas Jepang akan turun tangan untuk menghentikan pelemahan mata uang mereka lebih lanjut. Dolar sempat menguat hingga 157,78 yen menjelang akhir sesi Asia, level terkuat sejak Januari. Pelemahan terbaru yen dimulai setelah Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan bahwa tidak ada pembahasan spesifik mengenai nilai tukar dalam pertemuan dengan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda. Yen kemudian berhasil menemukan sedikit kestabilan ketika perdagangan Eropa dimulai, dengan Dolar naik 0,1% ke level 157,36 yen. Namun, mata uang Jepang tersebut tetap telah melemah sekitar 6% sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi terpilih sebagai pemimpin partai yang berkuasa bulan lalu. Pergerakan ini terjadi meskipun imbal hasil Obligasi Jepang meningkat, karena Pasar masih cemas terhadap besarnya kebutuhan pembiayaan untuk program stimulus Takaichi. RISALAH FED ISYARATKAN KEMUNGKINAN KECIL CUT RATE DI DESEMBER Di luar Jepang, euro, franc Swiss, Dolar Australia, dan poundsterling semuanya melemah terhadap Dolar setelah risalah pertemuan Federal Reserve bulan Oktober menunjukkan bahwa “banyak” anggota sudah menyingkirkan opsi pemangkasan suku bunga pada Desember, sementara “beberapa” lainnya justru melihat pemangkasan pada Desember sebagai kemungkinan. “Dalam bahasa Fed, ‘many’ berarti lebih banyak daripada ‘several’, jadi menurut saya ada sedikit nada hawkish yang menopang Dolar,” kata Moh Siong Sim, analis strategi di Bank of Singapore. Di Amerika Serikat, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga Desember telah turun di bawah 25%, setelah sebelumnya nyaris dipastikan hanya sebulan yang lalu. Euro terakhir tercatat melemah 0,2% di level $1,1515, terendah dalam dua pekan, sementara poundsterling bergerak stabil di $1,3060, namun juga berada di level terendah sejak awal bulan ini. Hal itu membuat indeks Dolar, yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama, berada di 100,26, menguji level tertinggi enam bulan yang sempat disentuh pada awal ovember. Indeks ini menguat 0,5% pada Rabu setelah rilis risalah The Fed. Data penting berikutnya bagi Federal Reserve, dan dengan demikian bagi Dolar, adalah data nonfarm payrolls (NFP) AS untuk bulan September. Angka tersebut akan dirilis pada pukul 08.30 waktu setempat (13.30 GMT) setelah sebelumnya tertunda akibat penutupan sebagian Pemerintah AS (government shutdown). Karena data tersebut sudah beberapa bulan terlambat, pertanyaan bagi para investor adalah apakah angkanya akan cukup mengejutkan untuk menutupi fakta bahwa data itu sudah “basi”. Swiss Franc juga menyentuh level terendah 10 hari di 0,8072 per Dolar. Selain terpukul oleh Penguatan Dolar, mata uang ini juga tertekan karena hasil kinerja raksasa teknologi Nvidia yang mendorong reli Pasar Equity Market, sehingga menggeser sebagian investor keluar dari aset safe haven tersebut.(yds) Sumber: Reuters.com

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.