Emas Dekat Level Tertinggi Tiga Bulan, Debasement Trade Kembali Jadi Sorotan
Bestprofit Futures
PT Bestprofit Futures
Bestprofit Futures Surabaya
Bestprofit Futures
PT Bestprofit Futures
Bestprofit Futures
Harga Emas bergerak dekat level tertinggi tiga bulan pada perdagangan Asia, Senin (24/8), setelah intervensi agresif Departemen Keuangan Amerika Serikat di PasarObligasi kembali memicu kekhawatiran terhadap pelemahan Dolar AS. Diversifikasi. Kondisi ini mendorong investor mencari aset alternatif di luar greenback. Bullion naik hingga 0,5% ke atas US$4.620 per troy ounce, melanjutkan kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Pada pekan sebelumnya, Emas melesat lebih dari 5% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan mengejutkan dalam program pembelian kembali ObligasiPemerintah tenor panjang. Langkah buyback tersebut menekan imbal hasil Treasury dan Dolar AS, sehingga menjadi katalis positif bagi Emas. Perlindungan aset. Dolar yang lebih lemah biasanya mendukung komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, karena membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Upaya Pemerintah AS untuk mengendalikan biaya pinjaman melalui intervensi langsung juga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kepercayaan Pasar pada Dolar. Situasi ini menghidupkan lagi tema debasement trade, yaitu strategi investor mencari perlindungan dari potensi penurunan nilai mata uang dan risiko utang Pemerintah. Tema debasement sebelumnya ikut mendorong reli Emas sebesar 65% pada 2025. Hedging. Kini, kekhawatiran serupa kembali muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan siap memperbesar buyback Obligasi yang biayanya lebih mahal, sekaligus menyiapkan inisiatif fiskal untuk menghadapi biaya pinjaman tertinggi dalam beberapa tahun. Sentimen bullish Emas juga diperkuat oleh pernyataan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. Dalam unggahan LinkedIn pada Jumat, Dalio menyarankan investor mengurangi kepemilikan Obligasi dan menempatkan hingga 15% dana mereka di Emas untuk melindungi portofolio dari risiko krisis utang AS. Pada perdagangan terbaru, Emas naik 0,4% ke US$4.619,17 per troy ounce pada pukul 07.53 waktu Singapura, setelah menguat 1,9% pada Jumat. Inflasi. Silver juga naik 0,4% ke US$69,29 per ounce, sementara platinum dan palladium bergerak relatif stabil. Analisis Newsmaker: PenguatanEmas saat ini menunjukkan Pasar kembali sensitif terhadap isu kepercayaan pada Dolar AS dan risiko fiskal Amerika. Selama yield Treasury dan Dolar masih tertekan oleh program buyback, XAU/USD berpeluang mempertahankan momentum positif di area atas. Level US$4.600 kini menjadi area penting yang perlu dijaga; jika bertahan, Emas berpotensi menguji area US$4.650–US$4.700. Safe haven. Namun, jika Dolar AS rebound atau Pasar mulai menilai kebijakan Treasury sudah priced in, aksi profit taking tetap bisa muncul setelah reli tajam pekan lalu. (asd)*
Nikkei Melemah 0,69%, saham Teknologi dan Transportasi Tertekan
Franc Swiss Menguat, Dolar AS Tertekan Kebijakan Buyback Treasury
Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang
Yen Menguat, Ekspektasi Kenaikan suku bunga BoJ Tekan USD/JPY
Trump Pressures Iran; Oil Prices Near Three-Week Highs
Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran
Hang Seng Anjlok 2,1%, Saham Teknologi Jadi Beban Utama
Yen Strengthens; Market Tests US Dollar’s Resilience
Nikkei Naik Tipis, Investor Cermati Risiko Perang Dagang AS-Kanada
Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran
Market & Economic IntelligencePlatform Insight On Macro,Commodities, Equities & Policy
Harga Emas bergerak dekat level tertinggi tiga bulan pada perdagangan Asia, Senin (24/8), setelah intervensi agresif Departemen Keuangan Amerika Serikat di PasarObligasi kembali memicu kekhawatiran terhadap pelemahan Dolar AS. Kondisi ini mendorong investor mencari aset alternatif di luar greenback. Bullion naik hingga 0,5% ke atas US$4.620 per troy ounce, melanjutkan kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Logam mulia. Pada pekan sebelumnya, Emas melesat lebih dari 5% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan mengejutkan dalam program pembelian kembali ObligasiPemerintah tenor panjang. Langkah buyback tersebut menekan imbal hasil Treasury dan Dolar AS, sehingga menjadi katalis positif bagi Emas. Dolar yang lebih lemah biasanya mendukung komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, karena membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Upaya Pemerintah AS untuk mengendalikan biaya pinjaman melalui intervensi langsung juga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kepercayaan Pasar pada Dolar. Situasi ini menghidupkan lagi tema debasement trade, yaitu strategi investor mencari perlindungan dari potensi penurunan nilai mata uang dan risiko utang Pemerintah. Tema debasement sebelumnya ikut mendorong reli Emas sebesar 65% pada 2025. Kini, kekhawatiran serupa kembali muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan siap memperbesar buyback Obligasi yang biayanya lebih mahal, sekaligus menyiapkan inisiatif fiskal untuk menghadapi biaya pinjaman tertinggi dalam beberapa tahun. Sentimen bullish Emas juga diperkuat oleh pernyataan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. Dalam unggahan LinkedIn pada Jumat, Dalio menyarankan investor mengurangi kepemilikan Obligasi dan menempatkan hingga 15% dana mereka di Emas untuk melindungi portofolio dari risiko krisis utang AS. Pada perdagangan terbaru, Emas naik 0,4% ke US$4.619,17 per troy ounce pada pukul 07.53 waktu Singapura, setelah menguat 1,9% pada Jumat. Silver juga naik 0,4% ke US$69,29 per ounce, sementara platinum dan palladium bergerak relatif stabil. Analisis Newsmaker: PenguatanEmas saat ini menunjukkan Pasar kembali sensitif terhadap isu kepercayaan pada Dolar AS dan risiko fiskal Amerika. Selama yield Treasury dan Dolar masih tertekan oleh program buyback, XAU/USD berpeluang mempertahankan momentum positif di area atas. Level US$4.600 kini menjadi area penting yang perlu dijaga; jika bertahan, Emas berpotensi menguji area US$4.650–US$4.700. Namun, jika Dolar AS rebound atau Pasar mulai menilai kebijakan Treasury sudah priced in, aksi profit taking tetap bisa muncul setelah reli tajam pekan lalu. (asd)*
Nikkei Melemah 0,69%, Saham Teknologi dan Transportasi Tertekan
Franc Swiss Menguat, Dolar AS Tertekan Kebijakan Buyback Treasury
Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang
Yen Menguat, Ekspektasi Kenaikan suku bunga BoJ Tekan USD/JPY
Trump Pressures Iran; Oil Prices Near Three-Week Highs
Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran
Hang Seng Anjlok 2,1%, Saham Teknologi Jadi Beban Utama
Yen Strengthens; Market Tests US Dollar’s Resilience
Nikkei Naik Tipis, Investor Cermati Risiko Perang Dagang AS-Kanada
Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran
Market & Economic IntelligencePlatform Insight On Macro,Commodities, Equities & Policy
Seluruh materi atau konten yang di dalam website ini hanya bersifat informatif saja. dan tidak di maksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainya. kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms Of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari pada ahli dibidangnya. Dan kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT BPF dan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan Transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT BESTPROFIT FUTURES, Bukan atas nama INDIVIDU