
Harga
Emas naik pada Jumat (19/9) dan menuju kenaikan mingguan beruntun kelima, dengan perhatian
Pasar tertuju pada petunjuk lanjutan setelah Federal Reserve AS melakukan pemangkasan
suku bunga pertama tahun ini.
Spot
Emas naik 0,8% ke $3.672,08/oz pada 13:36 EDT (17:36 GMT). Secara pekanan, harga naik 0,8%. Kontrak berjangka
Emas AS pengiriman Desember ditutup +0,7% di $3.705,80.
Bank sentral AS memangkas
suku bunga acuan 25 basis poin pada Rabu, namun meredam langkah itu dengan peringatan tentang inflasi yang masih persisten, sehingga menimbulkan keraguan atas laju pelonggaran berikutnya.
Setelah keputusan tersebut, harga spot
Emas sempat menyentuh rekor $3.707,40 sebelum berbalik dalam perdagangan yang volatil.
Sementara kata Bob Haberkorn, pakar strategi
Pasar di RJO Futures “
Emas masih cukup kuat saat ini dan hanya sedang jeda setelah The Fed. Tren bullish tetap ada dengan rekor baru yang tak terelakkan, dan secara realistis kita bisa memperkirakan level $4.000 sebelum akhir tahun,”.
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan risiko di
Pasar tenaga kerja membenarkan pemangkasan
suku bunga pekan ini dan kemungkinan pemotongan pada dua pertemuan berikutnya.
suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti
Emas. Logam ini juga cenderung berkinerja baik pada masa ketidakpastian dan telah naik hampir 40% sepanjang tahun ini.
Premi
Emas fisik di India naik ke puncak 10 bulan pekan ini karena harga rekor menjelang musim festival tidak menyurutkan minat beli, sementara diskon di Tiongkok melebar ke level tertinggi lima tahun.
Untuk logam lainya, spot
Perak naik 2,2% ke $42,70/oz dan platinum menguat 1,4% ke $1.403,02. Paladium stabil di $1.150,04 dan menuju penurunan mingguan.(yds)
Sumber: Reuters