
Harga
Emas bergerak naik tipis mendekati $3.345 per ons pada perdagangan Selasa (19/8), seiring pelaku
Pasar menimbang dua faktor utama: dorongan diplomatik AS untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina dan fokus pada pertemuan tahunan Federal Reserve di Jackson Hole. Investor menunggu pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat yang diperkirakan akan memberi sinyal arah kebijakan moneter selanjutnya.
Ekspektasi terhadap pemangkasan
suku bunga pada September semakin kuat, dan bila terkonfirmasi, hal ini akan memberi dukungan tambahan bagi
Emas yang cenderung diuntungkan dari biaya pinjaman lebih rendah. Sebagai aset tanpa imbal hasil,
Emas menjadi lebih menarik ketika
suku bunga turun.
Dari sisi geopolitik, Presiden Donald Trump melakukan panggilan langsung dengan Vladimir Putin untuk membahas kemungkinan pertemuan puncak dengan Volodymyr Zelenskiy. Upaya ini dilakukan setelah Trump lebih dulu menjamu presiden Ukraina bersama pemimpin Eropa di Gedung Putih. Dorongan diplomatik ini memberi
Pasar secercah harapan, meski konflik masih jauh dari berakhir.
Secara teknikal,
Emas masih diperdagangkan dalam rentang sempit setelah mencetak rekor di atas $3.500 per ons pada April lalu. Namun, dukungan tetap datang dari pembelian bank sentral dan arus masuk ke ETF berbasis
Emas. Hingga siang di London,
Emas spot naik 0,3% ke $3.343,38; sementara
Perak stagnan, platinum dan paladium naik lebih dari 1%.(alg)
Sumber:
newsmaker.id