BPF Malang

Image

EUR/USD Tetap Tertekan, Shock Energi Memburuk Sentimen Euro

Analisis EUR/USD Tetap Tertekan, Shock Energi Memburuk Sentimen Euro - Data Pasar 2026-03-09

EUR/USD Tetap Tertekan, Shock Energi Memburuk Sentimen Euro

ociete Generale menilai EUR/USD masih berada di bawah tekanan dengan bias bearish dalam jangka pendek karena Pasar kembali melakukan repricing akibat shock energi. Kepala strategi FX SocGen Kenneth Broux mengatakan lonjakan harga energi, termasuk Penguatan gas Belanda, membebani sentimen euro dan membuat pasangan EUR/USD sulit membangun pemulihan. Menurut SocGen, pergerakan EUR/USD saat ini tidak digerakkan oleh selisih suku bunga (rate differentials). Fokus Pasar bergeser ke risiko pertumbuhan di kawasan euro ketika harga Minyak dan gas naik tajam. Kenaikan biaya energi dipandang berpotensi menekan konsumsi dan margin perusahaan, sehingga outlook pertumbuhan menjadi lebih rapuh meski inflasi bisa terdorong naik. Di sisi kebijakan, Pasar justru semakin agresif mem-price in pengetatan ECB. SocGen mencatat probabilitas implisit untuk kenaikan suku bunga pertama pada Juni kini sekitar 84%, dan pricing ESTR mengarah pada dua kali kenaikan suku bunga hingga Desember. Namun bank menekankan, repricing ini belum cukup mengimbangi beban sentimen yang datang dari shock energi. Komentar dari anggota Dewan ECB Isabel Schnabel juga menyoroti isu inti yang kini membayangi kebijakan: shock energi dapat mendorong inflasi menyimpang dari target, tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan harga Minyak bersifat sementara atau justru lebih persisten. Ketidakpastian durasi shock energi inilah yang membuat euro lebih sensitif, dan menjaga EUR/USD tetap tertekan. Dampak ke Pasar EUR/USD: bias tetap bearish selama energi menjadi tema utama dan risiko pertumbuhan eurozone membesar. ECB pricing vs EUR: meski Pasar mem-price in kenaikan ECB, euro bisa tetap tertahan jika investor lebih fokus ke dampak energi terhadap pertumbuhan. Risk sentiment Eropa: energi mahal meningkatkan risiko stagflasi ringan, menekan ekuitas Eropa dan memperlebar volatilitas FX. Yang perlu dipantau pelaku Pasar Harga Minyak dan Dutch TTF gas (apakah lonjakan bertahan atau cepat mereda). Indikator pertumbuhan eurozone (PMI, survei bisnis, data konsumsi) untuk menguji narasi “growth hit”. Komentar pejabat ECB soal persistensi shock energi dan tolerance terhadap inflasi. Pricing ESTR: apakah Pasar tetap mempertahankan dua kenaikan hingga Desember dan peluang Juni 84%.(Cp) Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.