
Nilai tukar Euro terus turun terhadap
Dolar AS untuk hari ketiga berturut-turut, didorong oleh
Penguatan Dolar di tengah harapan bahwa penutupan pemerintahan AS akan segera berakhir. Selain itu, ekspektasi
Pasar terhadap kemungkinan kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok juga mendorong permintaan terhadap
Dolar sebagai aset aman.
Sementara itu, investor di Eropa masih menunggu petunjuk dari Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, mengenai arah kebijakan
suku bunga ke depan.
Pasar juga mencermati dampak larangan impor gas dari Rusia terhadap inflasi di kawasan Euro. Meski Euro melemah terhadap
Dolar, mata uang ini masih menunjukkan kekuatan terhadap beberapa mata uang lainnya menjelang pidato penting tersebut. (az)
Sumber:
newsmaker.id