
Mata uang Asia dan
Dolar AS bergerak lesu pada Kamis (21/8) karena investor menantikan simposium Jackson Hole milik Federal Reserve untuk petunjuk jalur
suku bunga AS. Indeks
Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama, naik tipis 0,1% pada sesi Asia. Indeks berjangka
Dolar AS juga naik 0,1%.
Trader tetap berhati-hati jelang Jackson Hole The Fed
Fokus global tertuju pada simposium Jackson Hole The Fed, di mana Ketua Jerome Powell diperkirakan menyampaikan pidato penting pada Jumat. Para trader akan mencari sinyal apakah bank sentral kemungkinan memangkas
suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, menyusul data pekan lalu yang menunjukkan harga produsen dan impor AS lebih panas dari perkiraan. Pidato Powell hadir di tengah tekanan berkelanjutan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan
suku bunga, yang menimbulkan keraguan atas independensi bank sentral.
“Meski begitu, ketika Powell berbicara pada Jumat, ia kemungkinan akan menggemakan sentimen sebelumnya. Jadi, jangan berharap Powell akan benar-benar dovish,” tulis analis ING dalam sebuah catatan. “Ia lebih mungkin bersikap seimbang hingga hawkish. Ingat, ia tidak harus memutuskan hingga 17 September untuk keputusan
suku bunga. Tidak ada ruginya menjaga opsi tetap terbuka dan bias sebelumnya tetap hidup sampai dibatalkan oleh perkembangan data.”
Mata Uang Asia Datar; PMI Jepang Disorot
Pasangan USD/JPY untuk yen Jepang nyaris tak berubah pada Kamis setelah data menunjukkan aktivitas pabrik negara itu berkontraksi dalam laju yang lebih lambat pada Agustus, mendekati kembalinya ke pertumbuhan.
Di tempat lain, pasangan AUD/USD untuk
Dolar Australia turun 0,2%. Won Korea Selatan (USD/KRW) nyaris tak berubah, sementara
Dolar Singapura (USD/SGD) naik 0,1%. Rupee India (USD/INR) juga datar, sedangkan rupiah Indonesia (USD/IDR) menguat 0,3%.(yds)
Sumber: Investing.com