BPF Malang

Image

Minyak Bertahan Dekat Tertinggi 7 Bulan, Pasar Waspada AS–Iran

Analisis Minyak Bertahan Dekat Tertinggi 7 Bulan, Pasar Waspada AS–Iran - Data Pasar 2026-02-24

Minyak Bertahan Dekat Tertinggi 7 Bulan, Pasar Waspada AS–Iran

Harga Minyak bertahan dekat level tertinggi tujuh bulan pada Selasa (24/2), seiring pelaku Pasar menilai risiko gangguan pasokan jika terjadi eskalasi militer menjelang putaran baru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga cenderung terbatas, namun tetap berada di area tinggi karena premi geopolitik masih kuat. Kontrak berjangka Brent naik tipis 0,1% ke US$71,57 per barel pada pukul 12.51 GMT, sementara WTI menguat 0,3% ke US$66,49 per barel. Brent berada di level terkuat sejak akhir Juli, sedangkan WTI mencatat posisi paling solid sejak awal Agustus. Fokus Pasar tertuju pada putaran ketiga perundingan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis di Jenewa, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Oman. AS mendorong Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara Iran menolak dan kembali menegaskan tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir. Ketegangan meningkat setelah Departemen Luar Negeri AS menarik personel non-esensial beserta keluarga dari Kedutaan AS di Beirut, di tengah kekhawatiran meningkatnya risiko konflik. Di sisi lain, laporan sumber juga menyebut Iran berada dekat dengan kesepakatan tertentu dengan China terkait pembelian rudal jelajah anti-kapal, yang memperkuat kekhawatiran Pasar bahwa risiko keamanan di kawasan dapat memburuk. Presiden AS Donald Trump turut menambah tekanan psikologis Pasar dengan peringatan bahwa akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika kesepakatan tidak tercapai. SEB menilai risiko utama saat ini bukan perang sebagai skenario dasar, melainkan potensi eskalasi yang sulit “dikembalikan” ketika posisi Pasar dan ekspektasi sudah telanjur tinggi—sebuah dinamika yang menjaga premi geopolitik pada harga Minyak. Di luar geopolitik, Pasar juga memperhitungkan dampak kebijakan perdagangan AS. Otoritas bea cukai AS menyatakan Tarif baru 10% mulai berlaku Selasa untuk barang yang tidak termasuk pengecualian, bukan 15% seperti yang sempat dijanjikan sebelumnya. Ketidakpastian Tarif ini dapat menambah volatilitas karena berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan global dan permintaan energi, sehingga harga Minyak tetap berada dalam tarik-menarik antara premi geopolitik dan kekhawatiran permintaan.(yds) Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.