BPF Malang

Image

Minyak Menguat Lagi: Tensi AS–Iran Memanas, Stok AS Anjlok Tajam

Analisis Minyak Menguat Lagi: Tensi AS–Iran Memanas, Stok AS Anjlok Tajam - Data Pasar 2026-02-04

Minyak Menguat Lagi: Tensi AS–Iran Memanas, Stok AS Anjlok Tajam

Harga Minyak naik untuk hari kedua berturut-turut setelah ketegangan geopolitik kembali muncul, menyusul laporan bahwa AS menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk AS di Laut Arab. Peristiwa ini membuat Pasar kembali memasang geopolitical risk premium karena risiko gangguan pasokan Timur Tengah ikut naik. Kontrak Brent menguat ke area $68 per barel setelah naik 1,6% pada Selasa, sementara WTI bergerak di sekitar $64. Insiden tersebut sempat membuat Pasar “kaget”, tetapi Donald Trump menegaskan kedua pihak masih menjaga jalur diplomasi. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menyatakan negosiasi AS–Iran masih dijadwalkan Jumat. Dari sisi fundamental pasokan, harga Minyak ikut ditopang data inventori. American Petroleum Institute melaporkan stok Minyak mentah AS turun 11,1 juta barel pekan lalu. Jika angka ini dikonfirmasi oleh data resmi yang akan rilis Rabu, ini berpotensi menjadi penurunan stok terbesar sejak Juni—sinyal bahwa pasokan domestik AS sedang mengetat. Ketegangan juga terlihat di jalur energi paling krusial dunia. Sebuah tanker berbendera AS dilaporkan “dipanggil/dihampiri” kapal Iran saat melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan Minyak global. Militer AS menyebut Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps) melakukan tindakan “mengganggu” tanker Stena Imperative yang terkait program pengadaan bahan bakar militer AS, menurut United States Central Command. Analis energi Saul Kavonic dari MST Marquee menilai insiden drone dan tanker menjadi pengingat bahwa situasi bisa meningkat tanpa sengaja. Ia memperkirakan Pasar sedang menambahkan premi risiko geopolitik sekitar $5–$10 per barel, terutama karena kekhawatiran potensi aksi militer lanjutan AS terhadap Iran. Kekhawatiran konflik di Timur Tengah makin sensitif karena kawasan ini menyumbang sekitar sepertiga pasokan Minyak dunia. Meski Pasar sempat melihat tanda-tanda oversupply meningkat, kekhawatiran geopolitik bulan lalu tetap membantu menopang harga Minyak. Minyak juga ikut terbawa volatilitas komoditas yang lebih luas—di mana Emas dan Perak sempat jatuh tajam sebelum memantul lagi. Di sisi lain, OPEC+ masih melihat permintaan global berangsur membaik mulai Maret atau April, menurut Wakil PM Rusia Alexander Novak. Kelompok produsen itu dijadwalkan memutuskan pada 1 Maret apakah akan melanjutkan kembali kenaikan produksi bulanan setelah jeda pada kuartal pertama. Pada perdagangan di Singapura, Brent kontrak April tercatat naik 0,7% ke $67,77 per barel, sementara WTI kontrak Maret naik 0,8% ke $63,72 per barel.(mrv) Sumber : Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

analisis teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.