BPF Malang

Image

Minyak Naik Setelah Trump Tolak Proposal Iran

Analisis Minyak Naik Setelah Trump Tolak Proposal Iran - Data Pasar 2026-05-11

Minyak Naik Setelah Trump Tolak Proposal Iran

Harga Minyak menguat pada Senin (11/5) setelah Presiden AS Donald Trump menilai respons Iran atas proposal perdamaian AS sebagai “Tidak bisa diterima”, sehingga memicu kembali kekhawatiran pasokan karena Selat Hormuz masih largely closed. Minyak Brent naik 1,8% ke US$103,12 per barel pada 13.15 GMT, sementara WTI menguat 1,6% ke US$96,97; sebelumnya, kedua kontrak sempat menyentuh intraday high US$105,99 dan US$100,37. Kenaikan ini terjadi setelah pekan lalu kedua acuan turun sekitar 6% karena harapan konflik 10 pekan segera mereda dan transit Minyak melalui Hormuz dapat pulih. Namun analis PVM menilai AS dan Iran masih jauh dari kesepakatan, dengan Pasar kini memusatkan perhatian pada kunjungan Trump ke Beijing pada Rabu dan peluang China dilibatkan untuk menekan Iran dalam arah de-eskalasi. Dari sisi fundamental pasokan, CEO Saudi Aramco Amin Nasser menyebut dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel Minyak dalam dua bulan terakhir dan Pasar energi membutuhkan waktu untuk stabil bahkan jika arus kembali normal. Tekanan juga terlihat pada perdagangan fisik: ekspor Minyak mentah Saudi ke China diperkirakan turun lagi pada Juni seiring pembeli mengurangi nominasi karena harga tinggi dan suplai yang lebih terbatas, menurut sumber perdagangan. Sementara itu, data pengapalan menunjukkan arus tetap berjalan tetapi dalam kondisi risiko tinggi: tiga tanker Minyak mentah keluar dari selat pekan lalu dan pada Minggu dengan pelacak dimatikan untuk menghindari serangan Iran, termasuk satu kargo Minyak Irak menuju Vietnam. Di LNG, sebuah tanker LNG Qatar juga tengah melintas menuju Pakistan dan diperkirakan tiba 12 Mei, sementara Jepang menyebut tanker berisi Minyak mentah Azerbaijan dapat tiba paling cepat Selasa, menjadi kargo pertama dari Asia Tengah sejak perang Iran dimulai. JPMorgan memperkirakan harga Minyak bertahan di kisaran rendah US$100 untuk sebagian besar sisa tahun ini, dengan rata-rata US$97 pada 2026, menegaskan normalisasi tidak akan cepat meski Hormuz kembali dibuka.(yds) Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.