Minyak bergerak stabil saat
Pasar menimbang tanda-tanda surplus yang membesar menjelang pembicaraan dagang AS dan Tiongkok pekan ini. West Texas Intermediate berada di dekat 57
Dolar per barel, sementara Brent sekitar 60
Dolar pada hari Selasa. Data Vortexa menunjukkan jumlah
Minyak di kapal tanker laut menyentuh rekor karena produsen terus menambah pasokan, sementara pertumbuhan permintaan melambat.
Tekanan harga masih terasa.
Minyak menuju penurunan bulanan ketiga karena ekspektasi surplus yang melebar. Sejumlah proyeksi bahkan melihat Brent berisiko turun ke kisaran 50
Dolar per barel tahun depan. Di
Pasar derivatif, rentang waktu untuk kedua acuan memastikan pasokan yang cukup longgar.
Fokus lain adalah agenda perundingan. Negosiator dari AS dan Tiongkok mengadakan pertemuan di Malaysia pekan ini, sebelum rencana pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada akhir bulan. Hasil pembicaraan dapat mempengaruhi permintaan energi ke depan.
Untuk kontrak, pengiriman WTI November yang berakhir pada Selasa pagi tercatat hampir tidak berubah di 57 koma 47
Dolar per barel pada pukul 07.35 waktu Singapura. Kontrak Desember berada di sekitar 57
Dolar. Brent pengiriman Desember ditutup turun sekitar setengah persen di 61 koma 01
Dolar per barel pada Senin.
Poin penting
– Pasokan di rekor laut, surplus sinyal meningkat
– Tekanan harga berlanjut, penurunan risiko ketiga bulanan
– Perundingan AS Tiongkok jadi katalis permintaan
– Waktu penyebaran menunjukkan suplai yang longgar.(asd)
Sumber:
newsmaker.id