
Harga
Minyak dunia kembali melemah karena
Pasar mulai khawatir soal kelebihan pasokan global. Data terbaru menunjukkan jumlah
Minyak mentah yang dikirim lewat laut mencapai rekor tertinggi, menandakan produsen terus menambah volume meski permintaan mulai melambat. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa
Pasar akan dibanjiri pasokan dalam beberapa bulan ke depan.
Badan Energi Internasional bahkan memproyeksikan kelebihan pasokan
Minyak bisa mencapai level tertinggi tahun depan, seiring meningkatnya produksi dari negara-negara OPEC+ dan produsen lain di luar kelompok tersebut. Beberapa analis mengatakan pertumbuhan pasokan saat ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan permintaan, yang membuat
Pasar menghadapi kondisi “kelebihan pasokan” dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pelaku
Pasar juga tengah mencermati perkembangan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pertemuan awal akan berlangsung di Malaysia minggu ini, sebelum pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping akhir bulan ini. Hasil dari perundingan ini berpotensi mempengaruhi sentimen
Pasar energi, terutama jika menghasilkan kesepakatan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi global.
Futures
Minyak untuk pengiriman bulan depan mencatat penurunan lanjutan, menandai bulan ketiga berturut-turut dalam tren pelemahan. Selain karena kekhawatiran surplus, pelemahan ini juga menunjukkan bahwa para pedagang mulai pesimis terhadap prospek jangka pendek harga
Minyak, meski sebagian masih berharap pada hasil positif dari perundingan dagang internasional. (asd)
Sumber:
newsmaker.id