
Harga
Perak menguat pada Senin (20/10), ketika
Pasar mencerna sinyal kebijakan dan ketegangan dagang. Setelah koreksi tajam Jumat, minat beli kembali muncul seiring ekspektasi pemangkasan
suku bunga The Fed dan fokus ke pembaruan dialog AS–Tiongkok. Di sisi harga, spot silver bertahan di atas $52 per troy ounce, masih dekat rekor sepanjang masa di atas $54 per ons yang tercapai pekan lalu.
Perak juga rebound bersama
Emas hari ini.
Dari sisi fundamental, arus pengiriman batangan ke London meredakan “squeeze” likuiditas yang sempat mendorong premi harga spot atas kontrak Comex. Masuknya pasokan dari AS dan Tiongkok menurunkan biaya pinjam dan menyeimbangkan ketersediaan fisik di
Pasar OTC. Meski demikian, penurunan stok bursa serta permintaan musiman India tetap menjadi penopang, sehingga penurunan harga cenderung cepat dimanfaatkan untuk akumulasi oleh pelaku
Pasar institusional dan ritel.
Ke depan, jalur The Fed, arah
Dolar, dan headline perundingan dagang menjadi katalis utama. Jika prospek pelonggaran bertahan sementara
Dolar tidak menguat tajam, kombinasi permintaan lindung nilai dan permintaan industri—terutama elektronik dan energi surya—berpotensi menjaga harga di kisaran tinggi. Namun, bila pasokan kian longgar dan sentimen global membaik, volatilitas bisa meningkat dengan skenario konsolidasi di area USD 50–54 hingga rilis data inflasi dan keputusan kebijakan berikutnya. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id