Perak Kembali Turun Pasca Iran Bantah Pembicaraan De-eskalasi

Perak Kembali Turun Pasca Iran Bantah Pembicaraan De-eskalasi
Harga Perak (XAG/USD) kembali melanjutkan tren pelemahannya pada Selasa (24/3) setelah sempat pulih cukup kuat pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul setelah Iran menepis kabar adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait penyelesaian perang di Timur Tengah, sehingga harapan de-eskalasi yang sempat menenangkan Pasar kembali memudar. Pada perdagangan terbaru, XAG/USD turun sekitar 3,2% ke area $66,90. Pejabat Iran mengecilkan peluang negosiasi dengan AS setelah Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan tidak ada pembicaraan yang pernah dilakukan. Kementerian Luar Negeri Iran juga menegaskan posisi Teheran soal Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang tetap tidak berubah. Iran bahkan disebut belum merespons pesan yang disampaikan negara lain terkait permintaan AS untuk membuka jalur pembicaraan, menurut kantor berita IRNA. Sebelum klarifikasi Iran itu, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan melalui Truth Social bahwa ia menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menunda selama lima hari serangan yang dijadwalkan terhadap pembangkit listrik Iran. Trump mengklaim Washington memiliki percakapan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran menuju “penyelesaian lengkap dan total” permusuhan di Timur Tengah. Namun bantahan Iran membuat sentimen Pasar kembali goyah. Secara teori, ketegangan geopolitik yang tinggi biasanya meningkatkan daya tarik aset safe haven seperti logam mulia. Namun Perak (dan logam mulia lain) justru underperform karena lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi spekulasi bahwa bank sentral global akan memangkas suku bunga tahun ini. Sikap hawkish atau penahanan suku bunga lebih lama biasanya buruk bagi aset non-yielding seperti Perak. Dari sisi mata uang, pemulihan Dolar AS juga menekan harga Perak. Dolar yang lebih kuat membuat Perak berdenominasi USD menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, dan secara teknikal membuat rasio risk-reward kurang menarik. indeks Dolar (DXY) menguat sekitar 0,25% ke area 99,40 setelah memantul dari level terendah mingguan 98,88 yang tercatat pada Senin. Inti Newsmaker: Perak terpukul oleh kombinasi headline geopolitik yang kembali “menghapus” harapan de-eskalasi, Penguatan Dolar, serta narasi suku bunga tinggi lebih lama akibat oil shock. Selama Pasar masih mem-price-in inflasi energi dan peluang rate cut menyempit, Perak berpotensi tetap volatil dan rentan tekanan lanjutan. Sumber: Newsmaker.idPanduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.















