
Harga
Perak (XAG/USD) menguat tipis mendekati level $38,00 pada perdagangan sesi Eropa hari Senin (18 Agustus 2025). Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen hati-hati
Pasar, dengan investor fokus pada pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih. Logam mulia seperti
Perak biasanya mendapat dukungan saat ketegangan geopolitik meningkat, namun
Pasar kini menanti kejelasan arah perdamaian.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh sejumlah pemimpin Eropa dan anggota NATO. Mereka akan membahas tawaran konsesi dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Jika pertemuan menghasilkan tanda-tanda gencatan senjata, maka permintaan terhadap aset safe haven seperti
Perak bisa melemah.
Meski demikian,
Perak tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas
suku bunga. Aset seperti
Perak, yang tidak memberikan imbal hasil, cenderung lebih menarik saat
suku bunga turun. Menurut alat CME FedWatch, probabilitas pemangkasan
suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September saat ini mencapai 82,6%.
Keyakinan
Pasar terhadap penurunan
suku bunga didorong oleh tanda-tanda pelemahan
Pasar tenaga kerja di AS. Oleh karena itu, meskipun potensi perdamaian di Ukraina bisa menekan harga
Perak, faktor kebijakan moneter masih memberikan dorongan yang kuat untuk logam putih ini dalam waktu dekat.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id