Perak Pangkas Pelemahan, Aktivitas Naik Usai Libur Imlek

Perak Pangkas Pelemahan, Aktivitas Naik Usai Libur Imlek
Harga Perak bergerak stabil di atas $88 per ons pada Selasa (24/2), setelah sempat turun di bawah $85 pada awal sesi. Aktivitas perdagangan meningkat seiring pelaku Pasar dari China daratan kembali bertransaksi setelah libur panjang Tahun Baru Imlek, yang biasanya menambah volume dan volatilitas di komoditas. Pergerakan Perak sebelumnya sempat sangat agresif: logam ini bersama sejumlah komoditas lain melonjak pada Januari, lalu mengalami koreksi tajam. Koreksi tersebut banyak dikaitkan dengan arus spekulatif, terutama dari Pasar China, sehingga Perak menjadi lebih sensitif terhadap perubahan posisi jangka pendek. Dari sisi kebijakan, investor menilai potensi turunnya beban Tarif AS setelah Mahkamah Agung AS membatalkan Tarif “resiprokal” yang pernah diberlakukan. Meski Presiden Donald Trump kemudian mengancam menaikkan Tarif global dari 10% ke 15%, Pasar memperkirakan China tetap berpeluang menghadapi rata-rata Tarif yang lebih rendah pada ekspor yang intensif menggunakan logam, sehingga sentimen terhadap Perak relatif terbantu. Sementara itu, faktor geopolitik juga tetap dipantau. Perhatian Pasar tertuju pada lanjutan pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan berlanjut Kamis, dengan Trump menegaskan preferensinya pada solusi negosiasi namun tetap memberi peringatan konsekuensi serius bila kesepakatan nuklir gagal tercapai. Kombinasi faktor volume pasca-libur, dinamika Tarif, dan risiko geopolitik membuat Perak cenderung bergerak lebih reaktif dalam jangka pendek.(yds) Sumber: Newsmaker.idPanduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.















