Perak (XAG/USD) melanjutkan tren bullish-nya pada hari Jumat (3/10), kembali pulih setelah mengalami kerugian hari Kamis, didukung oleh pelemahan
Dolar AS.
Perak telah mencapai level tertinggi di atas $48 seiring sentimen risk-off masih dominan karena penutupan
Pemerintah AS memasuki hari ketiga, sementara penundaan rilis data ketenagakerjaan utama membuat pelaku
Pasar bergantung pada indikator alternatif yang mengisyaratkan pelemahan ekonomi. Di tengah ketidakpastian itu,
Perak tetap mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai, meski volatilitas meningkat seiring pergeseran ekspektasi kebijakan The Fed.
Secara fundamental, prospek pemangkasan
suku bunga tetap menjadi pendorong utama minat pada logam mulia non-bunga seperti
Perak, karena biaya peluang memegang aset ini berkurang ketika
suku bunga turun. Dari sisi permintaan riil, kebutuhan industri—terutama untuk panel surya, elektronik, dan kendaraan listrik—menjadi penopang struktural jangka menengah. Namun, setiap
Penguatan Dolar AS cenderung menekan harga berbasis greenback, sementara kenaikan imbal hasil jangka pendek bisa menahan aliran modal ke logam mulia.
Ke depan, pelaku
Pasar memantau pemungutan suara di Senat AS terkait upaya mengakhiri shutdown, arah
Dolar, dan dinamika imbal hasil Treasury sebagai katalis jangka pendek. Korelasi dengan
Emas dan perkembangan data aktivitas manufaktur global juga akan memengaruhi selera risiko dan arah
Perak. Dengan latar fundamental yang berbaur—dukungan dari ekspektasi pelonggaran namun dibayangi
Dolar kuat—pergerakan
Perak diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id