
Poundsterling (GBP) diperdagangkan stagnan di kisaran 1,3470 terhadap
Dolar AS (USD) selama sesi perdagangan Eropa pada hari Jumat. Pasangan GBP/USD melemah meskipun Indeks
Dolar AS (DXY) menghadapi tekanan jual, menunjukkan pelemahan mata uang Inggris tersebut.
Sterling melemah karena meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan memangkas
suku bunga lebih lanjut tahun ini. Ekspektasi dovish BoE meningkat minggu ini setelah rilis data
Pasar tenaga kerja Inggris untuk tiga bulan yang berakhir pada bulan Agustus.
Data ketenagakerjaan menunjukkan bahwa tingkat pengangguran meningkat dan pertumbuhan upah melambat. Tingkat Pengangguran meningkat menjadi 4,8%, level tertinggi sejak periode tiga bulan yang berakhir pada Maret 2021.
Menurut konsensus
Pasar uang, para pedagang memperkirakan BoE akan memangkas
suku bunga sebesar 46 basis poin (bps) tahun ini.
Sebaliknya, anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) BoE, Catherine Mann, yang vokal dan berpandangan hawkish, menentang penurunan
suku bunga lebih lanjut. Mann tidak mendukung ekspansi moneter lebih lanjut, dengan alasan bahwa kondisi
Pasar tenaga kerja Inggris melemah hanya dengan kecepatan moderat. “Yang terjadi adalah
Pasar tenaga kerja sedikit melonggar, tetapi tidak jatuh dari tebing,” kata Mann dalam sebuah acara di Washington pada hari Kamis, lapor Reuters.
Selain itu, Kepala Ekonom BoE, Huw Pill, juga menentang penurunan
suku bunga “terlalu cepat atau terlalu jauh” di tengah risiko tekanan inflasi yang masih melekat. “Harus berhati-hati agar tidak menurunkan
suku bunga terlalu jauh atau terlalu cepat karena ada risiko dinamika inflasi yang berkelanjutan tertanam dalam ekspektasi,” kata Pill dalam pidatonya di Konferensi Tahunan Institute of Chartered Accountants in England and Wales 2025 di London selama jam perdagangan London pada hari Jumat.
Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Inggris Reeves menegaskan bahwa
Pemerintah tidak akan menaikkan
Pajak kekayaan dalam Anggaran Musim Gugur mendatang yang dijadwalkan minggu depan. Namun, ia mengklarifikasi bahwa akan ada kenaikan
Pajak lebih lanjut dan pemotongan belanja publik.(CP)
Sumber: Fxstreet