
Yen Jepang melemah ke level terlemah terhadap
Dolar sejak pertengahan Februari pada Kamis (9/10) setelah pemimpin baru partai yang berkuasa, Sanae Takaichi, mengatakan ia tidak ingin memicu pelemahan berlebihan pada mata uang Jepang.
Komentar tersebut sempat memicu
Penguatan singkat yen, sebelum kembali melemah ke posisi terendah hari itu. Terakhir,
Dolar naik 0,24% menjadi 153,04 yen setelah sebelumnya mencapai 153,21, tertinggi sejak 13 Februari. Yen merosot pekan ini karena kekhawatiran bahwa Takaichi akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.
Namun, kecepatan pelemahan yen melambat ketika para trader menilai seberapa besar ruang yang ia miliki untuk menstimulasi perekonomian.
“Para trader menjadi sedikit lebih skeptis terhadap kemampuan pemerintahan Takaichi untuk meloloskan stimulus fiskal dan menahan rencana pengetatan Bank of Japan,” kata Karl Schamotta, kepala strategi
Pasar di Corpay, Toronto. “Itu mencerminkan dinamika inflasi yang mendasari di Jepang. Kenyataannya, rumah tangga Jepang mendorong perubahan karena inflasi berada di level tinggi,” ujarnya. Takaichi mengatakan bank sentral bertanggung jawab menetapkan kebijakan moneter, namun keputusan apa pun harus selaras dengan tujuan
Pemerintah.
Sementara itu, euro melemah sejak Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengajukan pengunduran dirinya dan kabinet pada Senin. Kebuntuan politik membuat sulit untuk meloloskan anggaran pengetatan yang diinginkan investor, yang semakin khawatir dengan membengkaknya defisit Prancis.
Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu menyatakan ia akan menunjuk perdana menteri baru dalam 48 jam. Terakhir, mata uang tunggal itu turun 0,34% di $1,1586 dan sempat mencapai $1,1576, terendah sejak 27 Agustus. Indeks
Dolar naik 0,36% ke 99,20, tertinggi sejak 1 Agustus.
Dolar didukung oleh komentar bernada lebih hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve. Risalah pertemuan The Fed bulan September yang dirilis Rabu menunjukkan para pejabat sepakat bahwa risiko terhadap
Pasar tenaga kerja AS meningkat cukup untuk membenarkan pemangkasan
suku bunga, namun mereka tetap waspada terhadap inflasi yang tinggi. “Kami melihat nada yang lebih hawkish dari para pembuat kebijakan The Fed, baik dalam risalah pertemuan September maupun komentar yang terus bergulir. Itu menahan ekspektasi
Pasar untuk pelonggaran yang lebih agresif,” kata Schamotta.
Sementara para trader memperkirakan peluang 95% bahwa The Fed memangkas
suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 28–29 Oktober, sementara peluang pemangkasan tambahan pada Desember turun menjadi 80% dari 90% dalam sepekan terakhir, menurut FedWatch Tool milik CME Group.
Presiden The Fed New York John Williams mendukung pemangkasan
suku bunga lebih lanjut tahun ini mengingat risiko perlambatan lebih jauh di
Pasar tenaga kerja, katanya dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan The New York Times pada Kamis.
Para pelaku
Pasar juga memantau berapa lama penutupan sebagian pemerintahan AS akan berlangsung, karena dampaknya pada perekonomian cenderung membesar seiring durasi yang berlarut.
Dinas
Pajak AS (IRS) pada Rabu mengatakan akan merumahkan sementara lebih dari 34.000 pegawai akibat penutupan
Pemerintah, yang praktis menutup pusat panggilan wajib
Pajak. Di
Pasar kripto, bitcoin turun 0,95% ke $121.773.(yds)
Sumber: Reuters