
Harga
Emas menguat pada Jumat (12/9), yang mendekati rekor tertinggi yang dicapai awal pekan ini, seiring ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera memangkas
suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini.
Harga
Emas spot naik 0,4% ke $3.648,55 per ons, sementara
Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,3% ke $3.686,40. Sepanjang pekan,
Emas sudah naik sebanyak 1,7% dan siap mencatat kenaikan mingguan beruntun keempat.
Kenaikan
Emas didorong oleh data
Pasar tenaga kerja AS yang semakin melemah, termasuk lonjakan klaim pengangguran, data NFP yang melemah, serta revisi yang memangkas 911 ribu pekerjaan dari data setahun terakhir. Meski inflasi konsumen AS naik tajam di Agustus, investor menilai kelemahan
Pasar tenaga kerja lebih dominan dalam membentuk ekspektasi pemangkasan
suku bunga.
Kontrak Fed fund futures kini sepenuhnya memperhitungkan penurunan
suku bunga sebesar 25 bps pada rapat 17 September mendatang, meskipun peluang pemangkasan 50 bps mulai mereda.
Dukungan tambahan juga datang dari arus masuk ke ETF
Emas, meningkatnya ketidakpastian politik di AS, serta langkah bank sentral China yang berencana menyederhanakan aturan impor-ekspor
Emas. UBS bahkan memproyeksikan harga
Emas bisa mencapai $3.900 per ons pada pertengahan tahun depan.
Sementara itu, logam mulia lain juga bergerak positif:
Perak naik 1,7% ke $42,26 per ons (level tertinggi 14 tahun), platinum menguat 1,2% ke $1.395,05, dan paladium naik 1,3% ke $1.202,93. Ketiganya diperkirakan mencatat kenaikan mingguan.(yds)
Sumber: Reuters