Dolar AS makin loyo di Kamis (4/9) setelah data tenaga kerja nunjukin pelemahan
Pasar kerja, bikin ekspektasi pemangkasan bunga The Fed bulan ini makin kenceng.
Data Rabu kemarin nunjukin lowongan kerja Juli jatuh ke level terendah 10 bulan, walaupun angka PHK masih relatif rendah.
Para pelaku
Pasar sekarang bahkan ngasih 97% peluang Fed bakal pangkas bunga bulan ini, naik dari 89% pekan lalu, plus proyeksi ada easing total 139 basis poin sampai akhir tahun depan.
Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan bikin
Dolar ketekan. Euro masih nahan gain semalam di $1,1657, sementara poundsterling juga stabil di $1,3442. Yen Jepang terakhir diperdagangkan di 148,12 per
Dolar, naik tipis dari sesi sebelumnya. Indeks
Dolar yang ngukur kekuatan greenback lawan enam mata uang lain turun ke 98,178.
Beberapa pejabat Fed juga bilang kekhawatiran soal
Pasar tenaga kerja jadi alasan kuat buat pemangkasan bunga. James Knightley, ekonom utama ING, prediksi Fed bakal potong bunga 25 bps di rapat September, Oktober, dan Desember.
Sementara itu,
Pasar Obligasi global lagi heboh karena yield jangka panjang naik, bikin investor makin khawatir soal kesehatan fiskal di AS, Inggris, dan Jepang. Tapi komentar dovish plus data tenaga kerja yang lemah bikin Treasuries reli, dorong yield turun lagi.
Selain
Dolar, mata uang lain cenderung stabil.
Dolar Australia diperdagangkan di $0,6545, sedangkan
Dolar Selandia Baru terakhir di $0,5881.
Investor juga lagi nunggu hasil lelang
Obligasi 30 tahun Jepang yang bakal jadi tes minat
Pasar terhadap surat utang super panjang.(yds)
Sumber: Reuters