
Harga
Perak (XAG/USD) diperdagangkan di atas $41 pada Rabu (3/9), bertahan dekat level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir,
Perak masih mendapat dukungan dari ekspektasi pemangkasan
suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada akhir bulan ini. Pelemahan
Dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven juga menjadi faktor yang menjaga
Perak tetap kuat di
Pasar global.
Selain faktor moneter, prospek permintaan industri ikut menopang harga
Perak. Logam ini banyak digunakan dalam sektor energi terbarukan, terutama panel surya, yang sedang mengalami pertumbuhan pesat. Defisit pasokan yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir juga mempersempit ruang koreksi, membuat investor cenderung memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan aksi beli baru. Kondisi ini memberikan kombinasi daya tarik ganda bagi
Perak, baik sebagai aset lindung nilai inflasi maupun pendorong pertumbuhan industri.
Dari sisi teknikal,
Perak berhasil menembus resistance penting di sekitar $40 per ons, membuka peluang menuju level berikutnya di kisaran $42. Namun, indikator menunjukkan kondisi jenuh beli yang bisa memicu koreksi jangka pendek. Meski volatilitas diperkirakan meningkat, prospek jangka menengah
Perak masih positif, terutama jika The Fed benar-benar menurunkan
suku bunga dan ketidakpastian global tetap tinggi. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id