
Harga
Minyak menguat pada Rabu (27/8) setelah data menunjukkan penurunan persediaan
Minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan
Pasar menimbang dampak
Tarif AS terhadap India.
Minyak Brent ditutup naik $0,83 (1,2%) ke $68,05/barel, sementara WTI naik $0,90 (1,4%) ke $64,15—keduanya bangkit setelah jatuh lebih dari 2% sehari sebelumnya. EIA melaporkan stok crude turun 2,4 juta barel (ekspektasi -1,9 juta), bensin -1,2 juta (ekspektasi -2,2 juta), dan distilat -1,8 juta (ekspektasi +0,885 juta). Menjelang Labor Day, angka permintaan bensin dinilai “menopang
Pasar,” kata Phil Flynn (Price Futures Group).
Fokus lain adalah pelipatan
Tarif AS atas sebagian impor India hingga 50% sebagai respons pembelian
Minyak Rusia, efektif Rabu. Meski belum terlihat gangguan pasokan, ketidakpastian apakah aliran
Minyak akan ikut ditarget membuat sebagian pelaku
Pasar menahan posisi, ujar Giovanni Staunovo (UBS). Kementerian Keuangan India menilai dampak langsung terbatas, tetapi efek rambatan ke ekonomi perlu diantisipasi.
Di sisi geopolitik, Rusia–Ukraina saling meningkatkan serangan ke infrastruktur energi. Rusia melancarkan serangan drone besar ke fasilitas energi dan gas di enam wilayah Ukraina, sementara Ukraina membalas dengan menghantam kilang dan infrastruktur ekspor Rusia. Risiko pasokan yang meningkat ini menjaga premium risiko pada harga
Minyak.(yds)
Sumber: Reuters