
Harga
Emas (XAU/USD) bergerak di zona merah pada sesi Eropa awal.
Emas diperdagangkan di area $3.340.
Penguatan Dolar AS muncul karena
Pasar menilai peluang pemangkasan
suku bunga The Fed tidak akan agresif. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat
Emas—yang tidak memberi kupon—kurang menarik.
Meski begitu, pelemahan
Emas tidak berlanjut jauh. Pelaku
Pasar cenderung menahan diri menjelang serangkaian data ekonomi AS. Sikap “wait and see” ini membatasi penjualan lanjutan, apalagi sentimen kehati-hatian masih terasa di
Pasar global.
Dari sisi kebijakan, nada The Fed yang cenderung hawkish (pro-
suku bunga lebih tinggi/ketat) mendukung
Penguatan Dolar AS. Namun para “bull”
Dolar juga belum sepenuhnya yakin. Mereka menunggu petunjuk yang lebih jelas soal jalur pemangkasan
suku bunga agar arah berikutnya lebih tegas.
Fokus berikutnya tertuju pada rilis data makro AS dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole. Keduanya berpotensi menjadi pemicu arah baru: konfirmasi nada ketat bisa menjaga tekanan pada
Emas, sementara sinyal lebih dovish (longgar) bisa memberi ruang pemulihan.
Poin Penting:
Emas melemah karena
Dolar AS menguat seiring menurunnya ekspektasi pemangkasan
suku bunga yang agresif.
Tekanan jual
Emas terbatas karena
Pasar berhati-hati dan menunggu katalis baru.
Nada The Fed yang lebih “hawkish” menekan aset tanpa imbal hasil seperti
Emas.
Arah selanjutnya menunggu data ekonomi AS dan pidato Powell di Jackson Hole.
Sinyal kebijakan: hawkish = cenderung menaikkan/menahan
suku bunga tinggi; dovish = cenderung menurunkan/melonggarkan.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id