Dolar AS bergerak datar terhadap sejumlah mata uang pada Rabu (22/10), jeda pasca reli tiga hari. Pound sterling melemah setelah inflasi Inggris untuk September tercatat lebih rendah dari perkiraan.
Yen sempat menguat tipis terhadap
Dolar setelah sebelumnya menyentuh level terendah satu pekan pada Selasa, menyusul laporan sumber Reuters bahwa Perdana Menteri baru Sanae Takaichi tengah menyiapkan paket stimulus fiskal yang kemungkinan melebihi 13,9 triliun yen (US$92,19 miliar) untuk membantu rumah tangga menghadapi inflasi.
Setelah jatuh tajam, harga
Emas berbalik stabil di US$4.119,80 per troy ounce, menyusul penurunan harian terbesar dalam lima tahun pada sesi sebelumnya.
Pound Melemah Saat Inflasi Meleset dari Ekspektasi
Pound Inggris menjadi mata uang utama terlemah pada Rabu setelah inflasi secara tak terduga bertahan di 3,8%, di bawah proyeksi ekonom maupun Bank of England (BoE).
Sterling turun 0,4% terhadap
Dolar ke US$1,3318 dan melemah 0,3% terhadap euro ke 87,04 pence.
“Ketika BoE belakangan memberi sinyal hawkish, mereka membawa pandangan di luar konsensus bahwa inflasi akan lebih kuat dari perkiraan
Pasar atau ekonom—namun saat ini tampaknya tidak demikian,” ujar Francesco Pesole, analis valas di ING. “Ini membuka peluang pemangkasan
suku bunga pada Desember, tapi bukan November karena terlalu dini sebelum pengesahan anggaran.”
Investor kini menilai peluang sekitar 75% bahwa BoE memangkas
suku bunga sebelum akhir tahun.
Fokus pada Yen
Dolar AS terakhir turun 0,1% ke ¥151,85. Yen telah melemah 2,5% bulan ini saat Takaichi berebut kursi perdana menteri—penurunan bulanan terbesar terhadap greenback sejak Juli karena
Pasar mengantisipasi kebijakan fiskal ekspansif dan hubungan yang menantang dengan bank sentral yang berpotensi menekan mata uang.
“Pernyataan awal Takaichi sebagai perdana menteri mengindikasikan ia ingin menenangkan
Pasar dan tidak memperburuk pelemahan yen untuk saat ini,” kata Pesole dari ING. Takaichi yang mendukung kebijakan fiskal dan moneter longgar yang menegaskan keputusan teknis kebijakan moneter menjadi ranah Bank of Japan (BoJ).
Menteri Keuangan baru Satsuki Katayama mengatakan
Pemerintah dan BoJ perlu berkoordinasi agar kebijakan ekonomi dan moneter efektif. BoJ akan mengumumkan keputusan kebijakan pada 30 Oktober; kontrak berjangka mengimplikasikan peluang sekitar 20% kenaikan
suku bunga seperempat poin ke 0,75%.
Dolar Stabil
Indeks
Dolar berada di 99,01, nyaris tak berubah setelah tiga hari
Penguatan. Presiden Donald Trump pada Selasa menolak permintaan pertemuan dari pimpinan Demokrat hingga shutdown
Pemerintah AS yang sudah berlangsung tiga pekan berakhir.
Ekspektasi bahwa shutdown akan segera usai kian memudar; platform prediksi Polymarket menilai 40% probabilitas
Pemerintah AS tetap tutup hingga 16 November atau lebih lama.(yds)
Sumber: Reuters.com