
Harga
Perak (XAG/USD) turun tajam pada Kamis (4/9) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam 14 tahun terakhir di sekitar $41 per ons pada perdagangan sebelumnya. Pada sesi AS,
Perak diperdagangkan mendekati $40,7 per ons, turun tipis seiring aksi ambil untung sebagian pelaku
Pasar. Meski begitu, logam mulia ini tetap berada dalam tren bullish jangka menengah, didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan harga
Perak juga dipengaruhi stabilnya kinerja
Dolar AS (USD) yang sempat menekan harga komoditas berdenominasi
Dolar. Selain itu, ketenangan
Pasar Obligasi global setelah gejolak pekan ini turut meredam sentimen beli agresif pada logam mulia. Namun, ekspektasi pemangkasan
suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan ini masih menjadi katalis utama yang menjaga prospek positif harga
Perak dalam beberapa minggu ke depan.
Secara fundamental,
Perak juga mendapat dukungan dari sisi industri. Permintaan sektor energi terbarukan, khususnya sel surya, tetap tinggi sehingga memperkuat dasar permintaan fisik
Perak. Analis menilai, meski saat ini harga cenderung terkoreksi, potensi kenaikan kembali terbuka lebar apabila terjadi pelemahan lebih lanjut pada
Dolar AS atau muncul kembali ketegangan geopolitik global. Dengan demikian, investor disarankan tetap mencermati level psikologis $41 sebagai area kunci yang menentukan arah tren berikutnya. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id