
Harga
Minyak dunia turun pada Kamis di tengah kekhawatiran bahwa OPEC+ akan kembali meningkatkan pasokan pada pertemuan hari Minggu. Brent sempat merosot hingga 1,4% sebelum memangkas sebagian penurunan, sementara WTI juga ikut tertekan. Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengatakan OPEC+ akan “melihat situasi secara keseluruhan” sebelum mengambil keputusan. Namun, hingga kini Saudi Arabia dan mitra utama lainnya belum memutuskan langkah yang akan diambil.
Penurunan harga
Minyak juga diperburuk oleh laporan bahwa OPEC+ tengah mempertimbangkan putaran baru peningkatan produksi. Hal ini menambah tekanan bagi
Pasar yang sebelumnya sudah tertekan oleh pasokan global yang melimpah. Investor semakin waspada karena keputusan OPEC+ berpotensi menambah volume pasokan dalam beberapa bulan mendatang.
Di Amerika Serikat, perkiraan industri menunjukkan persediaan
Minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik 2,1 juta barel pekan lalu. Jika data resmi yang akan dirilis Kamis malam mengonfirmasi, kenaikan tersebut akan menjadi yang terbesar sejak Maret. Kondisi ini menambah kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan di
Pasar Minyak global.
Sepanjang tahun ini, harga Brent sudah turun sekitar 10% seiring OPEC+ secara agresif mencabut pembatasan produksi demi merebut kembali pangsa
Pasar. Di saat yang sama, produsen di luar aliansi juga meningkatkan pasokan, sementara ketidakpastian permintaan bertambah akibat
Tarif perdagangan baru dari pemerintahan Trump. Pada pukul 10.01 waktu London, Brent untuk kontrak November melemah 0,9% ke $67,01 per barel, sedangkan WTI untuk pengiriman Oktober turun 1% ke $63,32 per barel.(ayu)
Sumber:
newsmaker.id