
Harga
Perak (XAG/USD) bergerak stabil pasca rilis PCE inti AS yang sesuai ekspektasi (0,3% m/m; 2,9% y/y), bertahan di kisaran $38,9–$39,2 per ons pada Jumat (29/8). Hasil “inline” ini meredam kekhawatiran inflasi yang lebih panas, sehingga
Dolar AS dan imbal hasil Treasury cenderung stabil–sedikit melemah; kombinasi yang biasanya mendukung logam tak berimbal hasil seperti
Perak. Performa hari ini juga mempertahankan kenaikan mingguan
Perak yang ditopang reli
Emas serta arus permintaan safe haven.
Dari sisi kebijakan, cetakan PCE yang sejalan menjaga taruhan pemangkasan
suku bunga The Fed 25 bps pada September tetap tinggi. Komentar bernada dovish dari pejabat seperti Christopher Waller—yang membuka ruang pemotongan lanjutan 3–6 bulan ke depan—ikut menopang sentimen. Di saat bersamaan, kekhawatiran
Pasar atas independensi The Fed setelah dinamika hukum seputar Lisa Cook menambah bid perlindungan, yang berimbas positif ke kompleks logam mulia meski data ekonomi AS relatif solid.
Secara teknikal, area $39,20–$39,50 menjadi resistensi awal yang jika tertembus bisa memicu uji $40,00. Di sisi bawah, $38,60 lalu $38,20 menjadi penopang terdekat; penembusan bersih di bawahnya membuka ruang konsolidasi yang lebih dalam. Ke depan, pelaku
Pasar akan memantau komentar pejabat The Fed, arus ETF
Perak, serta data tenaga kerja AS pekan depan sebagai pemicu volatilitas berikutnya. Selama yield riil tetap jinak dan USD tidak menguat tajam, bias jangka pendek
Perak cenderung netral–positif. (Arl)
Sumber :
newsmaker.id