
Harga
Perak bergerak stabil, diperdagangkan di kisaran $38,5–$38,8 per troy ounce pada Selasa (26/8). Rebound ini ditopang permintaan safe haven menyusul kekhawatiran
Pasar terhadap independensi The Fed setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook. Nada waspada mendorong aliran ke logam mulia, sementara pergerakan intrahari menunjukkan
Perak mencoba kembali mendekati area $39,00.
Di sisi makro, Indeks
Dolar AS (DXY) sempat berfluktuasi di area 98,3–98,5, seiring
Pasar menilai potensi konsekuensi dari langkah Trump terhadap Cook dan implikasinya pada arah kebijakan
suku bunga.
Dolar yang tidak terlalu kuat membantu menopang komoditas berdenominasi USD seperti
Perak. Sentimen juga dipengaruhi oleh kekhawatiran
Pasar atas meningkatnya campur tangan politik terhadap bank sentral, yang memicu preferensi terhadap aset lindung nilai.
Selanjutnya, fokus pelaku
Pasar tertuju pada rilis PDB kuartal II dan Indeks Harga PCE akhir pekan—serangkaian data yang bisa menggerakkan
Dolar, imbal hasil, dan minat risiko. Jika data memperkuat
Dolar atau mendorong imbal hasil naik, reli
Perak dapat tertahan; sebaliknya, angka yang lebih lemah berpotensi menjaga bias naik XAG/USD.
Sumber :
newsmaker.id