BPF Malang

Image

Bestprofit | Dolar Stabil Usai Gejolak The Fed

Bestprofit (18/9) – Dolar AS (greenback) mengalami pergerakan yang volatile pada Kamis pagi (18/9), stabil setelah sempat jatuh ke level terendah dalam hampir tiga setengah tahun, sebelum akhirnya rebound tajam. Fluktuasi tajam dolar ini terjadi setelah pasar mencerna dampak dari keputusan dan pernyataan yang dikeluarkan oleh Federal Reserve (The Fed) terkait kebijakan pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Meskipun dolar sempat tertekan, pasar kini lebih memperhatikan implikasi jangka panjang dari kebijakan bank sentral AS yang dianggap berhati-hati dalam merespons kondisi ekonomi global.

Bestprofit | Dolar Stabil, Mata Tertuju ke The Fed

Pemangkasan Suku Bunga The Fed: Dampaknya Terhadap Dolar

Pada hari Rabu, The Fed mengumumkan keputusan untuk memangkas suku bunga sebesar seperempat poin (25 basis poin) sesuai dengan ekspektasi pasar. Langkah ini berfungsi sebagai stimulus bagi perekonomian yang dipandang masih memerlukan dorongan lebih lanjut, khususnya di tengah tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja. Keputusan ini sempat membuat dolar AS terpuruk karena harapan pasar terhadap pemangkasan lebih lanjut memicu penurunan nilai tukar mata uang utama dunia ini.

Namun, meski ada pemangkasan suku bunga, Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan penjelasan yang lebih hati-hati tentang arah kebijakan moneter mereka. Powell menyebutkan bahwa langkah pemangkasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan risiko yang muncul dari melemahnya pasar tenaga kerja. Meskipun ada penurunan suku bunga, Powell menekankan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam membuat keputusan lebih lanjut.

Kebijakan ini memberikan sinyal bahwa meskipun The Fed memproyeksikan ada ruang untuk pemangkasan lebih lanjut sepanjang tahun ini, mereka tetap mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi dan tidak akan mengambil langkah drastis yang bisa memperburuk situasi inflasi atau menciptakan ketidakstabilan lebih lanjut.


Kunjungi juga : bestprofit futures

Reaksi Pasar terhadap Keputusan The Fed

Keputusan The Fed untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sempat menyebabkan dolar AS terperosok ke level terendah sejak Februari 2022, di angka 96,224 terhadap sekeranjang mata uang utama. Namun, tak lama setelah itu, dolar kembali mengalami rebound tajam dan menguat sekitar 0,44%, mencapai level 97,074. Rebound ini menunjukkan adanya ketidakpastian pasar terkait dengan langkah kebijakan The Fed yang cenderung moderat.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan dolar adalah perubahan dalam proyeksi kebijakan moneter The Fed yang terlihat dalam “dot plot” atau proyeksi suku bunga. Meskipun The Fed memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga lagi sepanjang tahun ini, mereka menunjukkan bahwa pada 2026 hanya akan ada satu kali pemangkasan lagi. Hal ini memperjelas bahwa meskipun ada pemangkasan lebih lanjut, The Fed tampaknya akan mengambil langkah yang lebih bertahap dan hati-hati.

Elliot Clarke, Kepala Ekonomi Internasional di Westpac, menjelaskan bahwa proyeksi yang lebih moderat ini mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar. “Perkiraan yang direvisi menyoroti tingkat ketidakpastian yang masih menyelimuti prospek ekonomi global,” ungkap Clarke. Kondisi ketidakpastian ini yang akhirnya memengaruhi pergerakan dolar dan membuat pasar sulit untuk menentukan arah kebijakan moneter ke depannya.

Mata Uang Utama Terhadap Dolar

Euro: Euro stabil di $1,1818 pada Kamis pagi, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga $1,19185. Lonjakan tersebut terjadi sebagai reaksi awal terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang lebih dovish. Meskipun dolar sempat anjlok, euro menunjukkan pergerakan yang relatif stabil, meskipun adanya ketidakpastian terhadap kebijakan suku bunga lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Poundsterling: Poundsterling juga stabil pada $1,3626 setelah sempat naik ke level tertinggi sejak Juli 2023 di $1,3726 pada hari Rabu. Pasar memandang keputusan The Fed ini sebagai indikasi bahwa kebijakan moneter global akan cenderung lebih longgar, memberi dorongan kepada mata uang-mata uang utama. Selain itu, keputusan Bank of England yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 4% pada Kamis juga turut mendukung stabilitas poundsterling.

Yen Jepang: Dolar AS juga terpantau turun tipis terhadap yen Jepang, melemah 0,08% menjadi 146,815 yen setelah sebelumnya merosot hingga 0,67% ke level terendah sejak Juli di 145,495 yen. Meskipun Bank of Japan (BoJ) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Jumat, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga Maret mendatang. Ketidakpastian ini menguatkan posisi yen meskipun ada ekspektasi kenaikan suku bunga dari BoJ dalam waktu dekat.

Dolar Selandia Baru dan Dolar Australia: Dolar Selandia Baru melemah 0,49% ke level terendah satu minggu di $0,5935 setelah data menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut menyusut lebih dari yang diperkirakan pada kuartal kedua. Di sisi lain, dolar Australia stabil di $0,6655 menjelang rilis data ketenagakerjaan yang diharapkan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja Australia.

Dolar Kanada: Greenback juga stabil terhadap dolar Kanada di C$1,3772 setelah Bank of Canada memangkas suku bunga sebesar seperempat poin menjadi level terendah dalam tiga tahun. Keputusan ini diambil setelah melihat melemahnya pasar tenaga kerja dan menurunnya tekanan inflasi yang sebelumnya menjadi perhatian utama bank sentral Kanada.

Proyeksi Pasar Terhadap Kebijakan The Fed

Melihat ke depan, pasar akan terus mencermati langkah-langkah yang diambil oleh The Fed. Proyeksi pasar untuk pemangkasan lebih lanjut mencatat bahwa meskipun ada pemangkasan yang diharapkan, risiko terhadap inflasi tetap menjadi perhatian besar. The Fed kemungkinan akan terus memantau data ekonomi, termasuk laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi, sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Pada saat yang sama, keputusan kebijakan suku bunga yang hati-hati dari The Fed ini bisa menciptakan ketidakpastian lebih lanjut dalam pasar global, dengan para pelaku pasar yang cemas akan adanya ketidakseimbangan dalam kebijakan moneter. Oleh karena itu, meskipun ada harapan bahwa suku bunga akan terus dipangkas secara bertahap, pasar akan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

Kesimpulan

Dolar AS mengalami fluktuasi tajam setelah pengumuman pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Keputusan ini sempat membuat dolar terpuruk, namun rebound tajam terjadi setelah pasar mencermati implikasi dari kebijakan tersebut. Dengan proyeksi pemangkasan lebih lanjut yang hati-hati dan ketidakpastian yang masih melingkupi prospek ekonomi, dolar AS diperkirakan akan terus menghadapi volatilitas dalam waktu dekat. Para pelaku pasar akan terus mengawasi data ekonomi dan pernyataan The Fed untuk memahami lebih lanjut arah kebijakan suku bunga yang akan mempengaruhi pergerakan dolar dan mata uang utama lainnya.